📅 Kamis, 30 Juli 2026 · --:-- WIB Ikuti kami
Ecosystem
ID
OSL Buka Akses XRP Ritel Pertama di Hong Kong - Saat CEO Ripple Masih Sibuk Mendesak Kongres AS

OSL Buka Akses XRP Ritel Pertama di Hong Kong - Saat CEO Ripple Masih Sibuk Mendesak Kongres AS

Investor ritel Hong Kong kini punya akses langsung ke perdagangan spot XRP melalui jalur resmi berlisensi. Pada 29 Juli 2026, OSL Digital Securities mengumumkan peluncuran layanan ini, menjadikan mereka platform pertama di bawah pengawasan Komisi Sekuritas dan Berjangka Hong Kong (SFC) yang membuka pasar spot XRP untuk publik. Ekspansi ini datang berselang tujuh bulan sejak bursa mencatatkan aset itu khusus untuk kalangan investor profesional pada Desember 2025 lalu.

XRP resmi mendampingi Bitcoin, Ethereum, dan Solana, melengkapi daftar empat aset digital utama yang bisa diperdagangkan klien ritel OSL. Pengguna bisa mengakses pasangan trading XRP/USD langsung melalui fitur Flash Trade di bursa. Untuk transaksi yang lebih spesifik, meja OTC melayani penukaran XRP/USD maupun pasangan lokal XRP/HKD, dengan proses penyelesaian akhir tercatat langsung di XRP Ledger.

Keamanan transaksi diawasi ketat lewat jalur hukum. OSL memegang dua izin utama SFC, yakni lisensi Tipe 1 dan Tipe 7, serta terdaftar resmi di bawah aturan Anti-Money Laundering Ordinance Hong Kong. Untuk urusan penitipan aset, dompet custody milik platform diproteksi asuransi dengan total nilai tanggungan mencapai $1 miliar.

Akumulasi Global dan Jaringan Institusional

Pembukaan akses ritel di Hong Kong berjalan sejajar dengan tren penambahan aset XRP di tingkat global. Produk ETF spot XRP di seluruh dunia telah mencatat arus dana masuk selama delapan pekan berturut-turut, menumpuk total inflow kumulatif sebesar $1,49 miliar. Pertumbuhan serupa terlihat pada aktivitas utilitas jaringan. Nilai edar stablecoin milik Ripple, RLUSD, di atas XRP Ledger naik 44,9% dibandingkan kuartal lalu, menyentuh nominal $340,3 juta pada kuartal pertama 2026.

Di wilayah Asia Timur lainnya, mitra strategis lawas Ripple, SBI Holdings, juga bermanuver. Pada 28 Juli, sehari sebelum peluncuran ritel OSL, grup keuangan Jepang ini merestrukturisasi unit usahanya menjadi entitas baru bernama SBI Digital Practice. Divisi ini ditugaskan fokus mengembangkan Canton Network untuk menggarap pasar penyelesaian keuangan institusional on-chain.

Kripto Masuki Fase Konsolidasi Terdalam: 99 Proyek Gugur Tahun Ini - Tapi Kraken Justru Caplok 60 Juta Dompet Baru📌 Baca JugaKripto Masuki Fase Konsolidasi Terdalam: 99 Proyek Gugur Tahun Ini - Tapi Kraken Justru Caplok 60 Juta Dompet Baru

Amerika Serikat Mulai Tertinggal?

Keterbukaan regulasi di Hong Kong mempertegas lambatnya langkah Amerika Serikat mengatur sektor kripto. Di saat warga Asia mulai bertransaksi di bursa yang direstui negara, eksekutif industri di AS masih sibuk melobi aturan dasar. CEO Ripple Brad Garlinghouse kembali harus mendesak Kongres agar segera mengesahkan Digital Asset Market Clarity Act demi memberi kepastian bisnis kepada para pelaku industri.

Bagi pedagang dan pemegang XRP, pesannya tegas. Modal tak punya kebiasaan menunggu pembuat undang-undang yang bimbang. Ketika pusat kekuatan Barat kehabisan waktu membedah aturan, panggung transaksi sesungguhnya berpindah dan berakar kuat di pusat finansial Asia. Dilansir dari crypto.news.

Baca juga: Cara Membaca Candlestick untuk Pemula


Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.

Gimana reaksimu?
Bagikan artikel ini:
📩 KABAR BITCOIN 1 MENIT

Berita kripto harian, langsung ke inbox

Ringkasan 1 menit untuk kamu yang selalu bergerak. Gratis, kapan saja bisa berhenti.

Total
0
Share