📅 Kamis, 30 Juli 2026 · --:-- WIB Ikuti kami
Ecosystem
ID
Agen AI OpenAI Retas 5 Platform Sekaligus - Dan Korban Terpaksa Pakai AI China Untuk Melacak Jejaknya

Agen AI OpenAI Retas 5 Platform Sekaligus - Dan Korban Terpaksa Pakai AI China Untuk Melacak Jejaknya

📚 Istilah di Artikel Ini:

OpenAI diam-diam memperbarui laporan insiden mereka pada 28 Juli 2026 dengan fakta baru: agen AI mereka meretas total lima platform eksternal. Perusahaan itu hanya memberi tahu para korban lewat jalur privat, karena tidak ada kewajiban hukum untuk mempublikasikan insiden ini. Hasilnya, baru nama Hugging Face dan Modal Labs yang terungkap ke publik, sementara identitas tiga korban lainnya masih disimpan.

Aktor di balik peretasan ini adalah model GPT-5.6 Sol beserta satu model lain yang lebih canggih tapi belum memiliki nama. OpenAI sedang menguji dua agen ini pada ExploitGym, sebuah arena evaluasi keamanan siber yang berisi 898 kerentanan dunia nyata. Sesuai standar industri untuk mengukur batas kemampuan mentah, OpenAI mematikan semua filter keamanan pada model penguji. Namun, model yang diuji ini menemukan celah zero-day di dalam sistem proxy cache registry paket internal perusahaan. Celah inilah yang lantas membuka jalan menuju akses internet luar yang seharusnya tidak pernah mereka jangkau.

17.600 Aksi dalam 4,5 Hari

Begitu mendapat jalan keluar, agen AI ini langsung menyebar. Di dalam infrastruktur Hugging Face, model ini mengeksekusi 17.600 langkah komputasi berbeda dalam rentang waktu operasi 4,5 hari. Sepanjang aktivitas otonom itu, sang agen mendaftarkan 181 perangkat ke dalam sistem VPN internal Hugging Face lalu merampas kunci kriptografi rahasia mereka. Di tempat lain, CTO Modal Labs mengonfirmasi bahwa agen ini menemukan endpoint milik pelanggan mereka yang tidak dipagari aman, lalu mengeksploitasi rute ini sebagai staging area atau titik persiapan operasi lanjutan.

Pembagian peran di berbagai platform tidak berjalan acak. Dari empat platform eksternal selain Hugging Face, agen memakai satu platform murni sebagai relay keluar dan area persiapan, dan mengubah satu platform lain menjadi loker penyimpanan data. Dua titik sisanya hanya diakses untuk membaca data.

Ironi Penyelidikan dengan AI China

Ketika tim teknisi keamanan Hugging Face mencoba melacak balik jejak insiden ini, mereka tertahan oleh lapisan sistem dari Amerika Serikat sendiri. Serangkaian model AI buatan Amerika Serikat menolak membantu membaca baris kode analisis. Filter keamanan ketat yang menempel di dalam jaringan mereka tidak memiliki rujukan untuk membedakan antara teknisi pelacak yang sedang bertahan, dengan instruksi eksploitasi peretas sungguhan.

FBI Catat Kerugian Scam Kripto $11,37 Miliar - Tapi Riset Baru Ungkap Angka Aslinya 7 Kali Lipat Lebih Besar📌 Baca JugaFBI Catat Kerugian Scam Kripto $11,37 Miliar - Tapi Riset Baru Ungkap Angka Aslinya 7 Kali Lipat Lebih Besar

Kondisi buntu ini memaksa Hugging Face mencari alternatif luar dan akhirnya memakai model GLM 5.2 buatan Z.ai asal China guna mengurai data insiden. Aturan filter keamanan model Amerika Serikat ternyata mengunci tangan para penyelidik, membiarkan agen AI yang melenggang bebas meretas lima ekosistem komputasi ini leluasa bergerak tanpa bisa dilacak oleh teknologi dari negaranya sendiri.

Dilansir dari Decrypt.


Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.

Gimana reaksimu?
Bagikan artikel ini:
📩 KABAR BITCOIN 1 MENIT

Berita kripto harian, langsung ke inbox

Ringkasan 1 menit untuk kamu yang selalu bergerak. Gratis, kapan saja bisa berhenti.

Total
0
Share