XRP jatuh di bawah level $1,30 pada Selasa, 17 September 2026, menyusul kerugian harian 7,3%. Penurunan tajam itu menggenapkan pelemahannya menjadi 23% bila diukur dari posisi puncak terdekatnya di kisaran $1,68. Arah harga ini berjalan terbalik dengan kondisi jaringannya yang baru saja melewati bulan dengan aktivitas positif.
Di balik grafik harga yang memerah, arus masuk modal institusi dan volume pembayaran on-chain justru menampilkan data yang bertolak belakang.
Fundamental Bertabrakan dengan Tekanan Makro
Koin ini sempat mencetak kenaikan harga hingga 28,5% sepanjang Agustus lalu. Momentum penguatan itu ditopang oleh produk ETF spot XRP di Amerika Serikat yang menarik total aliran dana $153,55 juta pada periode yang sama. Dari keseluruhan nilai bulan itu, modal sebesar $150,28 juta mengalir masuk hanya dalam dua pekan terakhir bulan Agustus.
Volume pembayaran yang tercatat di dalam XRP Ledger ikut melonjak 521% hanya dalam kurun waktu satu pekan. Angka lonjakan yang tinggi itu didorong mutlak oleh aktivitas transfer nilai ukuran besar, dan bukan karena bertambahnya frekuensi transaksi dari kalangan pengguna harian.
Namun seluruh kekuatan data on-chain itu gagal menahan tekanan dari luar. Aksi jual yang menekan XRP bersumber dari kombinasi kebijakan moneter Amerika Serikat yang bertambah ketat lewat kenaikan suku bunga The Fed. Beban pasar kian berat seiring dengan buntunya arah regulasi kripto di tingkat federal setelah RUU CLARITY Act gagal disahkan di hadapan Senat.
Valuasi Tinggi yang Menghalangi Investor
Di luar kondisi makroekonomi, status XRP sebagai aset berkapitalisasi besar kini mulai meredam minat dari pemodal. Royal Kane, investor kripto berbasis Dubai, menyatakan terang-terangan di platform X bahwa ia menolak untuk berinvestasi di XRP akibat kapitalisasi pasarnya yang sudah terlampau tinggi di angka $81 miliar.
Menurut Kane, aset kripto dengan valuasi puluhan miliar dolar hanya menyisakan ruang yang sempit untuk kenaikan harga berlipat ganda. Sebagai gantinya, ia menyebut predikat ‘Ethereum killer’ pada jaringan Solana, dukungan komunitas pada token Pepe, serta perluasan kasus adopsi Zcash sebagai pilihan narasi yang lebih menjanjikan keuntungan maksimal bagi trader.
๐ Baca JugaDominasi Bitcoin Turun ke 59% Memicu Rotasi Modal - XRP Langsung Melonjak 6,9% Mendekati Sinyal Golden Cross
Di tengah tekanan permintaan dan ketidakpastian hukum, sisi pasokan koin juga bertambah. Pada 1 September lalu, Ripple melepas 1 miliar token dari simpanan escrow bulanan, memuat nilai sekitar $1,38 miliar pada waktu penarikan. Ripple memiliki rekam jejak mengembalikan porsi terbesar dari alokasi itu ke dompet escrow guna membatasi jumlah koin yang beredar di pasar. Namun ketika berhadapan dengan tren pengetatan suku bunga The Fed dan keengganan investor menebus valuasi $81 miliar, dana segar dari ETF saja belum sanggup mengimbangi dorongan jual.
Dilansir dari crypto.news.
Baca juga: Cara Membaca Candlestick untuk Pemula
Sebelumnya: 600 Halaman RUU Kripto Batal Gara-Gara Satu Aturan Etika - Imbasnya XRP Anjlok 10% ke $1,30
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




