PAC kripto Fairshake beserta dua afiliasinya, Protect Progress dan Defend American Jobs, baru saja membelanjakan sekitar $3,6 juta pada pemilihan pendahuluan tanggal 19 Agustus 2026. Dana kampanye ini disebar ke tiga wilayah, yakni Alaska, Florida, dan Wyoming. Dari lima nama yang mendapat kucuran dana industri aset digital, empat kandidat sukses memenangkan pertarungan.
Lois Frankel, kandidat Partai Demokrat dari dapil Florida-23, melaju setelah didukung dana lebih dari $150 ribu. Modal jauh lebih besar mengalir ke Alaska untuk memuluskan langkah Nick Begich yang mendapat sokongan gabungan $1,5 juta. Sydney Gruters di Florida-16 dan Harriet Hageman untuk kursi Senat Wyoming juga berhasil keluar sebagai pemenang. Hasil pemilihan ini memicu pernyataan resmi Fairshake bahwa mereka baru mulai membangun Kongres pro-kripto terbesar dalam sejarah.
Kenapa Dana $2 Juta Kandas di Florida-24?
Kekalahan satu-satunya justru terjadi pada dapil yang menyedot biaya paling mahal. Protect Progress menghabiskan lebih dari $2 juta untuk menayangkan kampanye iklan negatif demi menjegal langkah Oliver Gilbert di dapil Florida-24. Gempuran serangan udara bernilai jutaan dolar itu ternyata kandas. Gilbert tetap memenangkan pemilihan dengan perolehan 34,4% suara pemilih lokal.
Kemenangan Gilbert diikuti serangan balik yang tajam. Ia melabeli manuver kampanye PAC itu sebagai ulah para penipu kripto yang mencoba membeli pemilihan pendahuluan Partai Demokrat. Ia tak ragu mengkritik barisan penyokong dana itu dengan sebutan rekan miliarder teknologi Trump. Ketegangan memuncak saat metode kampanye kelompok lobi ini terungkap ke publik.
Iklan buatan Protect Progress dituding memakai taktik kotor, yaitu menggunakan berita utama tiruan bergaya surat kabar Miami Herald. Headline palsu itu disusun untuk menuntun opini pemilih ke arah yang salah terkait posisi kebijakan Gilbert. Fakta bahwa Gilbert tetap menang membuktikan strategi kampanye gelap ini gagal di lapangan.
๐ Baca JugaTrump Ungkap Rencana AS Borong Bitcoin - $HYPE Langsung Terbang 15% Berkat Satu Sebutan
Menunggu Nasib RUU CLARITY
Agenda politik kubu pro-kripto kini terpaksa tertunda. Kedua kamar Kongres Amerika Serikat saat ini masuk masa reses dan baru kembali bersidang bulan September. Sidang mendatang menjadi momen penting karena Senat sudah menjadwalkan proses mosi pembatasan debat atau cloture motion untuk undang-undang CLARITY Act yang sudah lama digantung.
Uang kampanye hari ini adalah bekal untuk bulan November 2026. Pemilihan paruh waktu nanti bisa mengubah komposisi mayoritas Kongres dari Partai Republik ke tangan Demokrat. Pergeseran peta politik ini akan berdampak langsung pada kelangsungan regulasi aset digital termasuk RUU CLARITY. Uang bisa memenangkan pemilihan pendahuluan, tapi ketuk palu undang-undang tetap ada di tangan mayoritas parlemen. Dilansir dari Cointelegraph.
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




