Jaringan likuiditas lintas blockchain Maya Protocol menghentikan seluruh operasi jaringannya setelah seorang penyerang mengeksploitasi enam bug sekaligus. Rentetan eksploitasi ini memungkinkan pelaku menguras aset kripto senilai $1,7 juta dari ekosistem mereka. Pendiri proyek yang menggunakan nama samaran AaluxxMyth atau “Maya” mengonfirmasi rincian kerugian lewat pengumuman. “Kami kemungkinan dieksploitasi sekitar 20 BTC ($1,4 juta) dan aset lain ($300 ribu),” tulisnya.
Insiden ini berdampak langsung pada nilai pasar proyek. Harga token bawaan mereka, CACAO, ambruk drastis sesaat setelah eksploitasi ini diumumkan. Maya Protocol mengoperasikan MAYAChain, sebuah jaringan terdesentralisasi untuk melayani swap kripto antar berbagai blockchain tanpa melibatkan bursa terpusat. Menurut catatan Google News, pembobolan ini menjadi insiden peretasan kripto ke-16 yang terjadi hanya dalam rentang waktu bulan Agustus.
Rekayasa Saldo Lewat Manipulasi Pesan
Serangan ini berjalan sistematis dengan menyasar mekanisme deteksi keamanan internal. Penyerang menyisipkan satu transaksi MsgDeposit berisi 23 pesan untuk memicu peringatan pencurian palsu di dalam sistem. Kondisi ini kemudian dimanfaatkan oleh pelaku untuk menggelembungkan saldo di dalam pool CACAO yang memiliki tingkat likuiditas rendah.
Untuk melipatgandakan saldo, penyerang mengeksploitasi celah pada sistem subsidi pemotongan tanpa batas (uncapped slash subsidy). Lewat celah ini, pelaku menggelembungkan pool dengan 49,45 juta CACAO. Angka ini langsung membuat penyerang menguasai 99,93% pangsa pool. Setelah memiliki kendali mayoritas, pelaku mendaftar sebagai penyedia likuiditas dan langsung menarik tunai 48,87 juta CACAO dari pool yang sudah digelembungkan. Jejak penarikan bermuara pada satu alamat Bitcoin terduga penyerang, yang tercatat menerima 20,83 BTC atau setara $1,34 juta.
Bug yang Mengendap Bertahun-tahun
Satu hal yang menonjol dari insiden ini adalah umur dari bug itu sendiri. Enam celah keamanan yang dieksploitasi ternyata tidak terdeteksi di dalam protokol selama tiga hingga empat tahun terakhir. Kondisi ini terjadi meskipun kode dasar Maya Protocol sebelumnya sudah melewati audit keamanan oleh dua firma penilai, yakni Halborn dan Fable 5.
๐ Baca JugaWallet Baru Cairkan $3,64 Juta via Cross-Chain - Harga GALA dan KTA Langsung Ambles
Saat ini tim pengembang Maya Protocol sedang menyusun rencana untuk menutup kerugian. Mereka merencanakan pemulihan sekitar 20 BTC lewat investasi yang mereka miliki di Aztec Chain dan beberapa cara lain. Dana yang terkumpul akan dikembalikan seutuhnya ke dalam pool yang terdampak eksploitasi.
Jika peretas enggan mengembalikan dana, tim Maya Protocol masih berharap kompromi akhir. Mereka menawarkan agar insiden ini bisa diselesaikan melalui skema imbalan temuan celah keamanan atau bug bounty, sebagai jalan tengah untuk menyelamatkan sisa aset.
Dilansir dari Decrypt.
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




