Divisi Corporation Finance SEC menerbitkan panduan FAQ baru yang membalikkan asumsi lama di industri kripto. Dokumen ini menyatakan bahwa program pembelian kembali atau buyback token pada jaringan yang sudah berfungsi penuh tidak otomatis menjadikannya kontrak investasi atau sekuritas.
Rilis FAQ melengkapi dokumen interpretatif SEC pada bulan Maret lalu. Langkah regulator ini juga sejalan dengan proposal Regulation Crypto Assets yang sebelumnya dirancang khusus untuk mempermudah penjualan token tanpa keharusan melewati proses registrasi penuh.
Tapi pengecualian aturan ini mensyaratkan satu batas yang jelas.
Jaringan Aktif Menjadi Syarat Mutlak
Standar Howey Test dari Mahkamah Agung AS menjadi patokan utama penilaian sekuritas. Staf SEC menyimpulkan bahwa pengumuman buyback pada sistem yang sudah aktif tidak memenuhi kriteria ‘upaya manajerial penting’ dari pihak penerbit token.
Fungsi operasional jaringan berdiri sebagai syarat mutlak bagi proyek kripto yang ingin memakai jalur hukum ini. Jika sebuah jaringan belum aktif, pengumuman program buyback yang menjanjikan imbal hasil tetap membawa risiko pelanggaran undang-undang sekuritas.
Sikap regulator mengenai janji pengembangan proyek ikut melonggar. Staf SEC menegaskan bahwa janji pengembang untuk merawat, memperbarui, atau mengembangkan jaringan yang sudah aktif tidak serta-merta memenuhi kriteria Howey Test. Pengecualian serupa berlaku untuk pernyataan aspirasional umum yang tidak menjanjikan keuntungan kepada pembeli.
๐ Baca JugaRUU Clarity Act Kandas 49-50 di Senat AS - Tiga Regulator Langsung Bagi Tugas Atur Kripto dalam 48 Jam
Celah Menjaga Harga Tanpa Berbagi Hak
Kelonggaran interpretasi dari SEC mengundang respons tajam dari praktisi hukum. Pengacara sekuritas korporat MetaLeX Labs, Gabriel Shapiro, menilai panduan FAQ ini membuka celah besar yang membuat aturan sekuritas terasa opsional bagi pengembang kripto.
Lewat dokumen baru ini, para pengembang memiliki ruang legal untuk menopang harga token mereka di pasar sekunder melalui mekanisme buyback. Pengembang bebas mengeksekusi manuver penahan harga tanpa kewajiban memberikan hak kepemilikan kepada pembeli token, jauh berbeda dari kewajiban perusahaan kepada pemegang saham publik.
Bagi investor ritel, panduan ini mempertegas bentuk aset yang mereka beli. Proyek bebas mengontrol harga lewat pembelian kembali, tapi pemegang koin tidak mendapat jatah hak kepemilikan layaknya pemilik saham resmi. Dilansir dari Decrypt.
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




