📅 Sabtu, 18 Juli 2026 · --:-- WIB Ikuti kami
Ecosystem
ID
Panglima Hukum Coinbase Mundur 2 Minggu Sebelum 'Perang Terakhir' Kripto AS - Kenapa Justru Sekarang?

Panglima Hukum Coinbase Mundur 2 Minggu Sebelum ‘Perang Terakhir’ Kripto AS - Kenapa Justru Sekarang?

Di saat pertempuran hukum kripto Amerika memasuki babak paling menentukan, sang panglima justru meletakkan senjata. Paul Grewal, kepala hukum (chief legal officer) Coinbase yang selama bertahun-tahun menahan gempuran regulator, memberi tahu perusahaan pada 8 Juli bahwa ia mundur - efektif 31 Juli. Yang bikin kepergiannya jadi bahan obrolan bukan sekadar jabatannya, tapi waktunya.

Coinbase mengungkap pengunduran diri itu lewat dokumen resmi ke otoritas bursa sehari setelahnya. Grewal akan pindah ke peran penasihat hingga akhir Oktober, menerima pesangon setara tiga bulan gaji pokok, dan tetap memegang saham yang jatuh tempo bulan Agustus. Ia mengaku bergabung dengan sebuah startup yang belum ia sebut namanya. Tapi angka di kalendernya yang paling menggoda untuk dibaca.

Kenapa Waktunya Terasa Ganjil

Grewal keluar di penghujung bulan yang justru jadi momen hidup-mati bagi RUU CLARITY - undang-undang struktur pasar yang ia perjuangkan bertahun-tahun. Draf gabungannya diperkirakan terbit pekan 13 Juli, pembahasan di lantai Senat dibidik pekan 20 Juli, dan Senat reses mulai 7 Agustus. Reses itulah yang oleh banyak analis dianggap sebagai tenggat efektif kalau RUU ini mau lolos di 2026. Artinya, pengacara yang bertarung sampai membuat Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) mati langkah itu melangkah keluar dari tenda komando cuma dua minggu sebelum ‘pemungutan suara gencatan senjata’.

Bacaan dramatis semacam itu memang enak dijadikan judul, dan justru karena itu ia perlu diluruskan: tak ada satu pun catatan yang menunjukkan Grewal kabur dari pertarungan yang kalah. Pertanyaan yang lebih menarik malah kebalikannya. Apa artinya ketika pengacara paling berpengaruh di dunia kripto merasa tugasnya sudah selesai bahkan sebelum undang-undang yang akan mengesahkannya benar-benar ada? Jawabannya banyak bercerita soal di mana Coinbase menganggap industri ini berdiri sekarang - dan berapa besar bagian ‘kemenangan’ yang benar-benar diraih di ruang sidang, bukan di meja lobi 7 senator Demokrat yang masih belum menentukan sikap.

Rekam Jejak Sang Pengacara Perang

Grewal masuk Coinbase pada 2020, dibajak dari Facebook tempat ia menjabat wakil penasihat umum. Sebelum Silicon Valley, ia adalah hakim magistrat federal di California - latar yang membentuk sikap khas Coinbase: kalau pemerintah datang, perusahaan tak akan diam-diam berdamai, melainkan melawan di pengadilan secara terbuka. Tugas besar pertamanya adalah membawa Coinbase melantai di Nasdaq lewat direct listing April 2021, bursa kripto pertama yang menembus pasar saham publik AS.

Regulator yang Bakal Mengawasi Kripto $2,2 Triliun Ini Cuma Punya Satu Orang di Kursinya - dan Anehnya Malah Makin Gesit📌 Baca JugaRegulator yang Bakal Mengawasi Kripto $2,2 Triliun Ini Cuma Punya Satu Orang di Kursinya - dan Anehnya Malah Makin Gesit

Ujian sesungguhnya tiba Juni 2023, saat SEC di bawah Gary Gensler menggugat Coinbase dengan tuduhan beroperasi sebagai bursa, broker, sekaligus lembaga kliring efek tanpa izin. Kasus itu dianggap bersifat eksistensial - bukan cuma buat Coinbase, tapi buat seluruh industri kripto AS - karena teorinya bakal menyeret hampir semua perdagangan token ke rezim sekuritas lewat penegakan hukum, bukan lewat aturan resmi. Grewal menjalankan pertahanan sekaligus serangan balik: mengajukan petisi agar SEC menulis aturan kripto yang nyata, menggugat saat diabaikan, memindahkan domisili hukum perusahaan dari Delaware ke Texas, dan menggelontorkan dana politik puluhan juta dolar. Setelah pemilu 2024, SEC dengan kepemimpinan baru mencabut kasus itu pada 2025.

Saat Grewal masuk, pertanyaan besarnya adalah apakah industri ini akan selamat dari regulatornya sendiri. Saat ia mundur, pertanyaannya sudah berubah jadi: dari dua regulator yang kini sama-sama ramah, yang mana yang akan mengawasi. Kepergian di titik ini mungkin bukan tanda menyerah, melainkan sinyal bahwa pertarungan terberatnya memang sudah lewat - dan sisanya kini ada di tangan politisi, bukan pengacara. Bagi pemegang aset kripto, itu kabar yang justru menenangkan, sekaligus pengingat bahwa nasib regulasi masih tergantung pada segelintir suara di Senat.

Dilansir dari crypto.news.


Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.

Gimana reaksimu?
Bagikan artikel ini:
📩 KABAR BITCOIN 1 MENIT

Berita kripto harian, langsung ke inbox

Ringkasan 1 menit untuk kamu yang selalu bergerak. Gratis, kapan saja bisa berhenti.

Total
0
Share