Tudor Investment mencatat kepemilikan 688.529 saham BlackRock iShares Bitcoin Trust (IBIT) per 30 Juni 2026, senilai $22,9 juta. Berdasarkan dokumen 13F filing yang diajukan pada Jumat, 15 Agustus 2026, angka ini menandai kenaikan 109.446 saham atau 18,9% dibandingkan posisi akhir Maret 2026 yang berada di angka 579.083 saham. Dengan pergerakan harga pasar terkini saat berita ditulis, nilai kepemilikan itu ditaksir mencapai $24,5 juta.
Langkah ini menandai perubahan arah pertama dari fund milik miliarder Paul Tudor Jones itu setelah tren penurunan panjang. Pada akhir 2024, Tudor sempat memegang posisi puncak di 8,05 juta saham IBIT senilai $427 juta. Namun setelah mencapai titik tertinggi itu, perusahaan terus memangkas kepemilikannya di setiap kuartal sepanjang tahun 2025 hingga menyisakan 576.523 saham. Kendati ada pembelian baru di kuartal kedua 2026, posisi langsung Tudor saat ini nyatanya masih berada 91,4% di bawah puncak akhir 2024.
Sinyal Berbeda di Pasar Opsi
Di balik kenaikan saham IBIT langsung, portofolio derivatif Tudor justru memperlihatkan manuver berbeda. Laporan dokumen 13F menunjukkan penyusutan tajam pada posisi opsi beli. Perusahaan melaporkan kepemilikan call option yang terkait dengan 148.000 saham IBIT, anjlok 85,2% dari posisi 998.000 saham pada Maret lalu.
Pada saat yang sama, posisi opsi jual tidak banyak bergerak. Put position Tudor tercatat turun tipis 1,4% menjadi 715.000 saham underlying. Langkah di pasar opsi ini mengisyaratkan bahwa perusahaan tetap mempertahankan perlindungan terhadap risiko penurunan harga. Terlebih lagi, nilai IBIT yang dipegang Tudor ini hanyalah sebagian kecil dari total keseluruhan portofolionya yang mencapai $71,9 miliar.
Narasi Anti Inflasi yang Tetap Bertahan
Pembelian kembali saham IBIT ini sejalan dengan pandangan jangka panjang sang pendiri. Paul Tudor Jones selama ini vokal mengaitkan Bitcoin dengan kondisi makroekonomi, dan berulang kali menyebutnya sebagai “inflation trade”. Pada April lalu, ia kembali menegaskan pandangannya dengan menyebut Bitcoin sebagai instrumen pelindung nilai terbaik terhadap inflasi lantaran desain pasokannya yang tetap.
๐ Baca JugaTarget Bitcoin $1 Juta Mentok di Matematika - Pasar Butuh Uang Baru Setara 25% Saham AS
Keputusan Tudor untuk berhenti membuang kepemilikan dan mulai menumpuk kembali porsinya memberi petunjuk bagaimana dana institusi membaca arah pasar jangka panjang. Mereka kembali masuk perlahan tanpa gegabah menguras peluru besar; menyisakan porsi lindung nilai di pasar opsi dianggap jalan paling logis untuk mengantisipasi gejolak pasar tanpa harus menanggung eksposur berlebihan.
Dilansir dari CoinDesk.
Baca juga: Apa Itu Bitcoin Halving?
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




