๐Ÿ“… Senin, 14 September 2026 ยท --:-- WIB Ikuti kami
Ecosystem โ–ผ
ID EN
Peluang 87 Persen: Goldman Sachs Putar Haluan, The Fed Diproyeksi Kerek Bunga 25 Bps

Peluang 87 Persen: Goldman Sachs Putar Haluan, The Fed Diproyeksi Kerek Bunga 25 Bps

๐Ÿ“š Istilah di Artikel Ini:

Goldman Sachs membatalkan ramalan lama mereka soal suku bunga Amerika Serikat. Bank investasi itu kini memproyeksikan Federal Reserve akan menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin saat rapat Federal Open Market Committee (FOMC) berakhir pada 15-16 September 2026.

Prediksi lama yang meyakini The Fed bakal menahan angka akhirnya digugurkan. Perubahan pandangan dari Goldman muncul tak lama setelah rilis data inflasi konsumen (CPI) bulan Agustus, ditambah pergerakan para pedagang di pasar berjangka suku bunga yang makin mengerucut pada satu skenario.

Kalau komite FOMC benar mengeksekusi kenaikan seperempat poin, beban pinjaman akan bertambah. Kisaran target federal funds otomatis bergeser naik dari rentang 3,50%-3,75% menjadi 3,75%-4,00%.

Hitungan inflasi Personal Consumption Expenditures (PCE) inti oleh analis Goldman Sachs juga ikut menyesuaikan. Mereka merevisi naik proyeksi PCE inti bulanan ke level 0,26% sebagai respons atas laporan inflasi bulan Agustus.

Bahaya Melawan Arus Pasar

Menurut analis Goldman, The Fed justru berisiko memicu gejolak tajam di bursa kalau mereka menahan suku bunga saat rapat besok. Alasannya sederhana: kontrak berjangka sudah memperhitungkan harga untuk opsi kenaikan.

Instrumen berjangka mematok probabilitas 87% untuk kenaikan suku bunga sesaat setelah data CPI dilaporkan. Lompatan posisi dari 72% pada hari sebelumnya memperlihatkan keyakinan pasar yang menguat. Probabilitas untuk setidaknya ada satu kali kenaikan lagi hingga penghujung tahun 2026 bahkan menembus 97%.

Kondisi pasar itu bertolak belakang dengan situasi sebelum data CPI Agustus keluar. Survei Reuters yang digelar sebelum rilis data menemukan mayoritas ekonom masih berekspektasi The Fed menahan suku bunga, walau tingkat keyakinan pada survei itu terus menciut.

Posisi menahan suku bunga kini dinilai memuat risiko kejutan yang tak sepadan bagi The Fed. Argumen ini muncul karena pasar sudah memegang probabilitas nyaris 90% untuk kenaikan 25 basis poin.

Perdagangan India-Rusia Sentuh $60 Miliar - Keduanya Rancang Jalur Pembayaran CBDC Tanpa Dolar AS๐Ÿ“Œ Baca JugaPerdagangan India-Rusia Sentuh $60 Miliar - Keduanya Rancang Jalur Pembayaran CBDC Tanpa Dolar AS

Keputusan The Fed besok bakal menjadi katalis penentu arah modal jangka pendek di bursa aset digital. Bitcoin sudah membuktikan daya tahannya minggu lalu; harganya sempat tergelincir turun tapi langsung memutar arah dan pulih ke level $79.000 sesudah data inflasi rilis.

Pelaku kripto dan investor makro kini memusatkan perhatian pada pengumuman resmi komite FOMC pukul 14.00 ET tanggal 16 September. Keputusan suku bunga itu akan langsung disusul oleh konferensi pers pada pukul 14.30 ET.

Bagi pasar kripto, kepastian suku bunga besok akan menghapus keraguan. Arah harga Bitcoin selanjutnya akan sangat bergantung pada seberapa agresif nada Jerome Powell saat berbicara di depan publik lusa.

Dilansir dari crypto.news.

Baca juga: OpenAI Diam-diam Tanya Kongres Cara Rem AI Bersama - Saat Mantan Engineer Mundur Takut Kiamat 2030


Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.

Gimana reaksimu?
Bagikan artikel ini:
๐Ÿ“ฉ KABAR BITCOIN 1 MENIT

Berita kripto harian, langsung ke inbox

Ringkasan 1 menit untuk kamu yang selalu bergerak. Gratis, kapan saja bisa berhenti.

Total
0
Share