Suara dengungan mesin mekanis yang merambat hingga jarak satu kilometer mengakhiri jejak operasi penambangan kripto tersembunyi di kawasan Pegunungan Sierra Norte Puebla. Kejaksaan Agung Meksiko, Angkatan Laut Meksiko, dan Sekretariat Keamanan Publik Puebla baru saja menggerebek sebuah bangunan di jalan sepi wilayah Tlaola. Dari lokasi yang berjarak sekitar dua kilometer dari desa terdekat itu, aparat menyita sekitar 300 unit pemrosesan grafis (GPU) yang menjadi mesin utama ladang kripto ilegal. Fasilitas penambangan rahasia ini sengaja beroperasi berdekatan dengan infrastruktur sistem hidroelektrik.
Peralatan yang disita dari dalam gedung membuktikan operasi ini bukan sekadar penambangan rumahan. Tim gabungan menemukan sebuah trafo pedestal, sekitar 80 terminal tegangan menengah, dan delapan unit antena satelit untuk menopang konektivitas jaringan. Penemuan terminal tegangan menengah dan trafo khusus menjadi indikator kuat bahwa fasilitas ini memiliki akses langsung ke pasokan listrik berskala industri. Sampai saat ini, otoritas belum merilis angka pasti seputar total konsumsi daya yang sempat terukur dari lokasi kejadian.
Kepala Keamanan Puebla, Francisco Sánchez González, menyebut fasilitas itu pada akhirnya memancing kecurigaan aparat berkat tiga hal utama. Tingginya tarikan daya listrik, pemilihan lokasi yang terpencil di pegunungan, serta kebisingan operasional dari mesin yang terdengar oleh warga sekitar menjadi rentetan sinyal yang memicu penyelidikan.
Operasi Keempat Sepanjang 2025
Kasus pembongkaran ladang GPU di Tlaola menambah panjang daftar perburuan penegak hukum setempat. Penggerebekan ini menandai operasi keempat dari jenis pelanggaran serupa di wilayah Puebla terhitung sejak awal tahun 2025. Berbekal temuan fisik di lapangan, fokus penyelidikan kepolisian kini mendalami dugaan tindak pidana pencurian listrik dari pembangkit hidro terdekat, sekaligus melacak potensi praktik pencucian uang.
Meski wilayah pegunungan Meksiko kerap bersinggungan dengan aktivitas kriminal, laporan resmi aparat tidak menyebut satupun nama kelompok kejahatan terorganisir yang mendanai fasilitas ini ke publik. Penyelidik masih membedah asal-usul dari delapan antena satelit dan ratusan GPU yang berjejer di lokasi.
Pemilik Modal Menghilang Tanpa Jejak
Penyitaan ratusan perangkat keras bernilai tinggi itu justru memunculkan pertanyaan baru. Hingga aparat selesai mengosongkan lokasi penggerebekan, tidak ada satu pun pengumuman penangkapan tersangka atau penjaga gudang. Otoritas penegak hukum juga tidak mengungkapkan jenis mata uang kripto apa yang sedang ditambang oleh deretan GPU itu sebelum aliran dayanya diputus paksa.
📌 Baca JugaThailand Bidik Transfer Stablecoin Rp2,4 Miliar per Hari - Tak Boleh Lagi Kirim ke Dompet Orang Lain
Membangun fasilitas dengan trafo sendiri, 80 terminal tegangan, dan koneksi satelit di jalan pegunungan yang sepi jelas membutuhkan modal besar. Ratusan peralatannya kini berakhir menumpuk di ruang barang bukti negara, namun pemilik dana di balik ladang kripto pencuri daya ini tampaknya sudah lebih dulu melarikan diri sebelum aparat tiba.
Dilansir dari crypto.news.
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




