Ethereum diperdagangkan di sekitar $2.460 pada 1 September 2026, mencatat fluktuasi tipis dalam 24 jam terakhir dan merosot 1% jika dihitung dalam sepekan. Koin kripto terbesar kedua ini sempat menyentuh level puncak mingguan di harga $2.564 pada 27 Agustus lalu. Tetapi dorongan ke atas itu gagal berlanjut menjadi penembusan harga (breakout) di penghujung bulan.
Stagnasi harga ini berjalan berlawanan dengan minat investor institusional yang terus masuk. Produk ETF Ethereum spot di Amerika Serikat membukukan aliran dana bersih $87,68 juta pada 31 Agustus, merujuk data SoSoValue. Pemasukan modal baru itu sekaligus memperpanjang tren positif masuknya uang ke ETF menjadi 11 hari berturut-turut tanpa jeda.
Sayangnya, arus modal di jalur tradisional tidak sejalan dengan volume transaksi di bursa spot kripto. Volume perdagangan 24 jam Ethereum anjlok 21% menyisakan angka $11,35 miliar di CoinGecko, menandakan tingkat partisipasi pelaku pasar yang melemah. Indikasi tertahannya pergerakan juga terlihat pada grafik teknikal interval 4-jam, di mana harga Ethereum bertengger persis di garis tengah Bollinger Bands pada titik $2.456,53 - sebuah posisi yang memastikan kubu pembeli dan penjual berada di titik imbang utuh.
Sinyal Tren Turun Terus Menguat
Titik imbang itu mulai terancam oleh deretan indikator teknikal harian yang condong ke arah pelemahan. Grafik Moving Average Convergence Divergence (MACD) harian berada di ambang persilangan ke bawah (bearish crossover). Garis utama MACD telah melandai menyentuh angka 143,58, menempel ketat dengan garis sinyal yang bersandar di 143,46, sejalan dengan menyusutnya batang histogram yang kian mendekati nol.
Indikator Average Directional Index (ADX) turut mengonfirmasi kelemahan daya dorong arah harga. Skor ADX Ethereum anjlok ke level 18,58, turun tajam dari posisi puncaknya di atas 60 usai reli sebelumnya. Di dalam peta pembacaan teknikal, nilai ADX yang jatuh ke bawah level 20 memastikan bahwa tren pergerakan harga saat ini tidak bertenaga, membuka ruang bagi terbentuknya rentang konsolidasi yang lebih panjang.
Apakah Harga Akan Jatuh ke $1.900?
Tanpa arah pergerakan yang jelas, Ethereum memiliki batas dukungan vital yang bertumpu pada acuan Fibonacci retracement. Titik pertahanan bawah terdekat berada di rasio 78,6% yang bertengger di harga $2.340. Area penyangga ini menjadi batas utama yang wajib dijaga oleh pembeli untuk mencegah harga terseret jauh ke bawah.
๐ Baca JugaPetinggi ECB Serukan Uang Bank Sentral Masuk Blockchain - Bertepatan dengan Gebrakan Stablecoin Euro ke 2 Juta Nasabah
Berkaca pada pola pergerakan sebelumnya, trader dengan nama samaran Gerla membandingkan stagnasi harga Ethereum hari ini dengan pola historis siklus masa lalu. Ethereum saat ini tengah tertahan di zona yang dulunya bertindak sebagai area dukungan, namun kini beralih fungsi menjadi batas penahan atas (resistance). Berpatokan pada jejak perulangan masa lalu itu, pergerakan harga bisa tergelincir merosot ke area $1.900 hingga $2.000 sebelum koin ini mampu menghimpun pijakan kokoh untuk mendaki lebih tinggi.
Aliran dana jutaan dolar melalui ETF setiap hari memang mencegah harga runtuh dengan cepat. Namun selama pasar reguler terus merespons dengan volume transaksi yang layu, Ethereum tidak punya pilihan selain menghadapi uji batas ketahanan terendahnya secara langsung. Dilansir dari crypto.news.
Baca juga: Cara Kerja Staking Kripto dan Risikonya
Baca juga: BlackRock Sedot 72% Arus Masuk ETF Ethereum $1,42 Miliar - Ironinya Harga ETH Justru Tertinggal
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




