Bitcoin langsung anjlok menembus $77.000 menyusul serangan militer Amerika Serikat ke target-target IRGC Iran pada Selasa pukul 12 siang waktu timur (ET). Ethereum mengekor tren penurunan ini dengan ikut tertekan ke bawah harga $2.400.
Data CoinGlass menunjukkan $115 juta posisi long leverage langsung terhapus dari bursa hanya dalam rentang 60 menit. Padahal, harga Bitcoin sempat bertahan di level $78.000 saat gelombang serangan awal terjadi pada hari Minggu lalu. Eskalasi darat Selasa siang ini akhirnya mematahkan level support itu, sekaligus menggerus performa pasar sepanjang bulan Agustus ketika Bitcoin mencatat kenaikan 23% sebelum tekanan geopolitik awal September datang.
Sasaran Selat Hormuz dan Kenaikan Minyak
Komando Pusat AS (CENTCOM) menyebut operasi ini menargetkan radar dan fasilitas militer Iran yang terkait dengan ancaman terhadap keselamatan kapal dagang komersial. Tensi militer baru di dekat Selat Hormuz ini memaksa pasar komoditas langsung menyesuaikan harga energi.
Harga minyak Brent naik 4,6% ke level $94,65 per barel dan minyak mentah WTI melesat 5,2% menjadi $90,22. Situasi memanas setelah dua kapal tanker dilaporkan terkena serangan saat meninggalkan perairan Selat Hormuz. Selat ini dilewati oleh seperlima dari pasokan minyak dan gas alam cair (LNG) dunia tiap harinya, sehingga memicu ancaman baru bahwa tekanan inflasi global akan memburuk.
Balasan Drone dan Terseretnya Wall Street
Iran merespons serangan langsung AS dengan menembakkan rudal dan menerbangkan armada drone. Aksi baku tembak darat ini kontras dengan sikap Presiden Pezeshkian sebelumnya yang menyatakan bahwa Teheran siap kembali ke kerangka gencatan senjata yang dirancang bulan Juni.
Donald Trump ikut angkat suara dengan menyebut operasi ini sebagai langkah “besar dan kuat”, sambil memperingatkan bahwa tembakan dari Iran akan dibalas dengan gempuran yang lebih keras. Kepanikan akan perluasan perang merembet cepat ke bursa tradisional, menarik indeks S&P 500 turun ke level terendahnya sejak 4 Agustus dan menaikkan imbal hasil obligasi pemerintah AS.
๐ Baca JugaHarga Kripto Melesat Bersamaan - Tapi $9 dari Setiap $10 Tetap Tersedot ke Dua Koin Terbesar
Kalkulasi Ulang Pasar Makro
Konflik terbuka di jalur pasokan minyak utama membawa satu kepastian hitungan bagi investor: inflasi lebih tinggi. Kenaikan harga komoditas menunda rencana bank sentral untuk memangkas suku bunga dalam waktu dekat. Selama suku bunga bertahan di puncak saat perang belum usai, modal akan mengalir keluar dari aset berisiko seperti kripto menuju obligasi yang dijamin aman.
Dilansir dari crypto.news.
Baca juga: Cara Membaca Candlestick untuk Pemula
Sebelumnya: AS Gempur Peluncur Rudal Iran di Selat Hormuz - Tapi Pasar Kripto yang Kini Menerima Getarannya
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




