Mekanisme pembakaran Ethereum tengah menghadapi fase kritis. Sejak pembaruan Dencun bergulir pada Maret 2024, jaringan mengaktifkan EIP-4844 yang memperkenalkan kanal data terpisah untuk transaksi blob. Solusi ini sukses memangkas biaya di jaringan Layer-2 hingga 100 kali lipat. Tapi efisiensi ini datang membawa dampak langsung bagi tokenomik ETH. Sebelum Dencun, jaringan rutin membakar ribuan keping ETH setiap hari saat aktivitas padat. Pasca-Dencun, angka pembakaran harian itu jatuh bebas ke kisaran 50 hingga 70 ETH.
Kondisi ini membalikkan tren deflasi yang selama ini diagungkan. Narasi “ultrasound money” awalnya lahir dari mekanisme EIP-1559 pada Agustus 2021 yang membakar biaya dasar tiap transaksi, lalu diperkuat oleh fase Merge pada September 2022 yang memotong pencetakan koin baru sekitar 90%. Kini, dengan laju pencetakan berjalan di angka 1.700 ETH per hari dan pembakaran yang minim, total pasokan kembali menyeberangi batas era Merge.
Terputusnya Mesin Pembakaran
Peralihan aktivitas ke jaringan Layer-2 menjadi alasan utamanya. Jaringan seperti Arbitrum, Optimism, dan Base kini memproses transaksi penggunanya dengan biaya sangat murah. Mereka hanya perlu membayar biaya blob yang nilainya mendekati nol ke jaringan utama. Pola ini memutus hubungan antara tingginya penggunaan jaringan dengan kelangkaan token ETH.
Dampaknya, pasokan ETH kembali masuk ke wilayah inflasi. Sepanjang periode 2025 hingga 2026, jaringan diperkirakan bakal mencatat inflasi bersih tahunan sebesar 0,2% sampai 0,8%. Deflasi yang selama ini menjadi nilai jual bagi sebagian investor resmi berakhir.
Kenapa Pasar Tidak Perlu Panik
Meski angka pasokan mulai memuai, struktur ekonomi Ethereum masih punya penahan solid. Kelangkaan elastis memang dirancang sebagai fitur bawaan sistem - jaringan mengalami deflasi saat sibuk dan inflasi ringan saat sepi. Kalaupun sedang inflasi, laju pencetakan koin saat ini tetap 90% lebih rendah dibanding saat Ethereum masih beroperasi di bawah mekanisme proof-of-work.
📌 Baca JugaTaruhan Pengesahan CLARITY Act Naik ke 39%, Akankah Ethereum Mampu Pertahankan Level Krusial $1.845?
Sebagai perbandingan, inflasi Ethereum di angka 0,2% pada masa tenang ini masih lebih rendah dari laju inflasi tetap Bitcoin yang berjalan di kisaran 0,8% per tahun. Selain itu, ancaman banjir pasokan di bursa juga teredam karena sekitar 28% hingga 30% dari seluruh pasokan ETH saat ini terkunci di sistem staking dan tidak beredar bebas.
Peluang untuk kembali ke jalur deflasi juga belum tertutup penuh. Pembaruan jaringan yang dijadwalkan pada Desember mendatang berpotensi memperbaiki mekanisme pembakaran ini. Narasi uang langka mungkin sedang diuji, tapi jaringan menunjukkan bahwa membuat transaksi bisa dijangkau oleh semua orang jauh lebih mendesak daripada mempertahankan status deflasi. Dilansir dari crypto.news.
Baca juga: Cara Kerja Staking Kripto dan Risikonya
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




