Ancaman itu tidak lagi sekadar wacana. Saat pemerintah Amerika Serikat mengalokasikan miliaran dolar untuk mengembangkan komputer kuantum, 6,9 juta Bitcoin bernilai sekitar $461 miliar pada harga $66.800 masuk dalam radar target pembobolan. Menghadapi potensi risiko ini, Galaxy Digital (GLXY) mengambil langkah awal dengan mendirikan Galaxy Bitcoin Quantum Readiness Initiative, dana hibah senilai $5 juta khusus bagi developer yang bekerja mengamankan jaringan dari serangan komputasi masa depan.
Dana hibah yang aplikasinya segera dibuka ini berfokus pada tiga hal esensial: skema tanda tangan tahan-kuantum, alat migrasi wallet, dan audit keamanan. Langkah perlindungan ini diambil bukan karena jaringan akan diretas esok hari. Teknologi komputasi kuantum saat ini diakui masih imatur untuk langsung meretas blockchain. Tetapi upaya merombak fondasi kriptografi di sebuah jaringan terdesentralisasi butuh waktu bertahun-tahun untuk dirancang, diuji, dan disetujui komunitas penggunanya.
Lebih Rumit dari Pembaruan Taproot
Migrasi jaringan menuju era pasca-kuantum diprediksi jauh lebih kompleks dibandingkan pembaruan protokol sebelumnya. Jika upgrade teknis seperti Taproot saja butuh proses sosialisasi panjang, transisi menuju sistem kriptografi baru memerlukan tingkat koordinasi ketat. Para pengembang inti Bitcoin, penyedia aplikasi wallet, pengelola bursa, hingga pengguna akhir harus bergerak searah tanpa merusak konsensus jaringan yang sedang berjalan.
Galaxy Digital menyadari dana $5 juta hanyalah modal awal. Mereka berharap inisiatif ini mendorong perusahaan besar lain di industri kripto ikut menyumbangkan dana dan sumber daya riset guna mempercepat transisi keamanan. Menurut analisis CryptoQuant, angka kerugian yang dipertaruhkan terlampau besar untuk diabaikan, mengingat jutaan BTC berisiko hilang dicolong jika mesin-mesin ini kelak berhasil memecahkan sistem pengaman buku besar Bitcoin.
Dua Sisi Kebijakan Washington
Desakan segera membangun perisai keamanan sejalan dengan manuver di tingkat pemerintahan federal. Presiden Trump baru-baru ini menandatangani dua perintah eksekutif yang berjalan beriringan: satu untuk mempercepat pembangunan sistem komputer kuantum skala besar, dan satu lagi untuk mempertahankan infrastruktur federal dari ancaman kuantum itu sendiri.
📌 Baca JugaPemegang 43.514 Bitcoin Ganti Nakhoda - Jack Mallers Mundur, Skenario Megamerger Tether Batal
Di saat bersamaan, Departemen Perdagangan Amerika Serikat meresmikan surat niat mengucurkan dana lebih dari $2 miliar kepada sembilan perusahaan teknologi komputasi kuantum. Mesin-mesin yang sedang dibangun oleh para penerima dana pemerintah ini dirancang memiliki kemampuan yang sanggup menembus tembok kriptografi pelindung jaringan Bitcoin dan Ethereum. Lomba lari antara perancang perisai pelindung jaringan dan pembuat mesin pembobol sandi kini resmi dimulai.
Dilansir dari CoinDesk.
Baca juga: Apa Itu Bitcoin Halving?
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




