Federated Hermes, manajer aset dengan dana kelolaan $911,6 miliar, bermitra dengan Prometheum untuk mengembangkan dana tokenisasi bagi distribusi melalui broker-dealer di Amerika Serikat. Produk pertama dari kolaborasi ini dijadwalkan meluncur pada kuartal pertama 2027.
Distribusi ini tidak diarahkan ke aplikasi bursa kripto independen, melainkan langsung menyalurkan aset ke rekening pialang saham reguler.
Kenapa Lewat Jalur Pialang Biasa
Alih-alih memakai platform kripto eksklusif, kedua pihak memilih jalur rekening perantara (brokerage accounts) dan relasi penasihat keuangan yang sudah ada. Skema ini disiapkan agar nasabah pasar modal tidak perlu membuat dompet digital mandiri atau berpindah dari ekosistem sekuritas konvensional.
Kevin Barr, direktur aset digital Federated Hermes, menyebut dana tokenisasi sebagai langkah logis berikutnya bagi klien broker-dealer dan penasihat investasi terdaftar (RIA) mereka. Permintaan nasabah terhadap instrumen berbasis blockchain kini dijawab langsung lewat jalur pialang yang biasa mereka pakai.
Co-CEO Prometheum, Aaron Kaplan, menilai kemitraan ini sebagai “cetak biru” industri untuk penerbitan dan distribusi sekuritas digital melalui perusahaan sekuritas arus utama. Fondasi distribusinya sudah disiapkan sejak 25 Mei 2026, saat Prometheum meluncurkan infrastruktur brokerage khusus untuk broker-dealer dan RIA.
Bagi Peran di Bawah Aturan Regulator
Federated Hermes dan Prometheum membagi tugas berdasarkan fungsi masing-masing entitas. Federated Hermes menyediakan keahlian manajemen investasi, sedangkan Prometheum mengelola infrastruktur sekuritas di bawah regulasi ketat.
Prometheum berstatus broker-dealer terdaftar SEC dan anggota FINRA. Melalui Prometheum Capital, perusahaan menangani kustodi, kliring, dan penyelesaian transaksi klien. Distribusi produk didukung oleh anak usaha ProFinancial, sementara perdagangan pasar sekunder difasilitasi lewat Prometheum ATS dan pencatatan oleh Prometheum Coinery selaku agen transfer terdaftar SEC.
Ujian Penerimaan bagi Penasihat Keuangan
Integrasi teknologi buku besar kini mulai bergeser langsung ke pasar modal konvensional. Alih-alih mengajak investor ritel masuk ke bursa kripto baru, pengelola modal memilih membawa produk tokenisasi ke dalam portofolio saham yang sudah mapan.
๐ Baca JugaCEO Nasdaq Taksir Tokenisasi Buka Puluhan Miliar Dolar - Tapi Belum Mau Rilis Jadwal Mainnya
Bagi investor di AS, peluncuran pada kuartal pertama 2027 bakal menjadi ujian nyata. Manfaat efisiensi teknologi blockchain akan dinilai bukan dari klaim teknis, melainkan dari kemudahan transaksi di rekening broker yang mereka buka setiap hari.
Dilansir dari crypto.news.
Baca juga: Apa Itu DeFi (Decentralized Finance)?
Baca juga: FTX Habiskan $1 Miliar di Tambang Kripto Ini - Kini Beralih Jadi Pusat Data AI Senilai $900 Juta
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




