๐Ÿ“… Selasa, 13 Oktober 2026 ยท --:-- WIB Ikuti kami
Ecosystem โ–ผ
ID EN
FTX Habiskan $1 Miliar di Tambang Kripto Ini - Kini Beralih Jadi Pusat Data AI Senilai $900 Juta

FTX Habiskan $1 Miliar di Tambang Kripto Ini - Kini Beralih Jadi Pusat Data AI Senilai $900 Juta

๐Ÿ“š Istilah di Artikel Ini:

Sebuah bekas tambang Bitcoin bernilai miliaran dolar resmi beralih fungsi ke kecerdasan buatan. SWI Group mengumumkan penggalangan modal 800 juta euro atau sekitar $900 juta untuk ekspansi pusat data AI di Eropa dan Amerika Serikat. Modal itu diarahkan ke Genesis Digital Assets, perusahaan tambang kripto yang kini berganti nama menjadi SWI Digital.

Langkah ini menandai babak akhir penanganan salah satu aset bernilai besar peninggalan bursa FTX.

Dari Tambang Kripto Menjadi Jaringan Komputasi

Genesis memiliki rekam jejak panjang di sektor penambangan aset digital. Saat SWI mengumumkan akuisisi kepemilikan saham signifikan senilai $500 juta pada Juni 2026, Genesis mengoperasikan 15 fasilitas dengan kapasitas daya mencapai 1,3 gigawatt.

Per Agustus 2026, kepemilikan SWI bertambah menjadi 70% saham Genesis. Lewat pergantian nama menjadi SWI Digital, fasilitas penambangan itu kini resmi bergabung ke dalam jaringan pusat data berkapasitas komputasi milik SWI.

Sebelumnya, FTX dan Alameda Research menghabiskan lebih dari $1 miliar untuk membeli 20% saham Genesis antara 2021 hingga 2022. Ketika bursa kripto milik Sam Bankman-Fried itu bangkrut, porsi saham yang dibeli dengan dana miliaran dolar itu sempat tertahan dalam sengketa kepailitan.

Penyelesaian Sengketa Saham Peninggalan FTX

Ketidakpastian hukum atas kepemilikan aset bernilai besar itu kini dipastikan tuntas. CEO SWI Max-Hervรฉ George menegaskan bahwa semua sengketa hukum terkait saham FTX di Genesis sudah selesai sepenuhnya.

Kepastian hukum memberi jalan lapang bagi SWI untuk menyalurkan modal $900 juta guna membiayai fasilitas server AI di dua benua. Di sisi lain, riwayat kejatuhan FTX masih memikat perhatian publik, terbukti dari langkah Netflix yang tengah menyiapkan serial tentang kebangkrutan bursa itu, Sam Bankman-Fried, dan mantan CEO Alameda Caroline Ellison.

Mengapa Penambang Mulai Berpaling ke AI

Perubahan fokus Genesis mencerminkan tren yang lebih luas di kalangan penambang Bitcoin global. Banyak operator tambang memilih mengalihkan pasokan daya mereka ke komputasi berkinerja tinggi (HPC) dan beban kerja AI, sektor yang menawarkan arus pendapatan stabil tanpa tergantung fluktuasi hadiah penambangan.

Samsung Buka Transfer USDC di 82 Juta Ponsel Galaxy AS - Tapi Bukan Samsung yang Pegang Dananya๐Ÿ“Œ Baca JugaSamsung Buka Transfer USDC di 82 Juta Ponsel Galaxy AS - Tapi Bukan Samsung yang Pegang Dananya

Kapasitas daya 1,3 gigawatt yang semula dipakai memproses transaksi Bitcoin kini bertransisi menopang infrastruktur komputasi kecerdasan buatan. Model bisnis ini membuktikan bahwa aset fisik penambang kripto memiliki daya tarik kuat bagi industri teknologi arus utama.

Bagi pelaku pasar kripto, peralihan ini memperlihatkan dinamika baru: persaingan memperebutkan pasokan listrik kini berlangsung langsung melawan sektor kecerdasan buatan, menaikkan biaya masuk bagi penambang yang ingin bertahan di jaringan Bitcoin.

Dilansir dari Cointelegraph.

Baca juga: Apa Itu DeFi (Decentralized Finance)?

Baca juga: Saham Tokenisasi 1,5 Kali Lebih Volatil dari Bursa Biasa - Tapi Gerak Semalamnya Diserap Wall Street dalam 5 Menit


Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.

Gimana reaksimu?
Bagikan artikel ini:
๐Ÿ“ฉ KABAR BITCOIN 1 MENIT

Berita kripto harian, langsung ke inbox

Ringkasan 1 menit untuk kamu yang selalu bergerak. Gratis, kapan saja bisa berhenti.

Total
0
Share