Menteri Pertahanan Amerika Serikat Pete Hegseth menerbitkan memo resmi kepada jajaran pimpinan Pentagon dan badan-badan pertahanan. Perintah ini melarang seluruh personel militer maupun pegawai sipil terlibat transaksi keuangan apa pun yang memanfaatkan informasi non-publik milik dinas.
Larangan ini menargetkan langsung penempatan taruhan pada platform pasar prediksi seperti Polymarket dan Kalshi, khususnya terkait aksi atau operasi militer AS mendatang. Ruang lingkupnya berlaku menyeluruh untuk informasi berstatus rahasia negara (classified) hingga informasi operasional internal yang belum dirilis ke publik (unclassified).
Namun di balik penertiban transaksi ini, Pentagon melihat risiko yang jauh lebih genting bagi pasukan di lapangan.
Kenapa Pasar Prediksi Mengancam Operasi Militer
Hegseth menegaskan bahwa pergerakan pasar prediksi dipantau langsung oleh pihak lawan. Ketika seorang personel memasang taruhan berbekal informasi dari dalam markas, lonjakan volume atau probabilitas pada kontrak tertentu dapat membocorkan rencana operasi militer AS kepada musuh sebelum aksi terlaksana.
Bocoran semacam itu dinilai membahayakan keselamatan prajurit yang bertugas di lapangan. Selain kebocoran rencana, Menhan AS memperingatkan bahwa kepemilikan taruhan finansial dapat merusak objektivitas prajurit, analis intelijen, maupun petugas logistik saat menjalankan tugas kedinasan.
Prajurit AD Didakwa Raup $400.000 di Kasus Maduro
Instruksi tegas Hegseth berpijak pada perkara hukum yang bergulir di pengadilan AS. Pada April lalu, aparat mendakwa seorang prajurit Angkatan Darat AS bernama Gannon Ken Van Dyke yang dituduh memanfaatkan rencana operasi penangkapan pemimpin Venezuela Nicolรกs Maduro untuk memasang taruhan di Polymarket.
Dari pemanfaatan informasi rahasia rencana operasi itu, Van Dyke dituduh mengeruk laba lebih dari $400.000. Kasus penangkapan figur politik ini menjadi bukti nyata bagaimana informasi militer non-publik dieksploitasi ke pasar prediksi.
Preseden Serupa di Luar Amerika Serikat
Penyalahgunaan informasi operasional untuk bertaruh di pasar prediksi bukan hanya terjadi di internal pertahanan AS. Praktik serupa pernah terungkap ketika aparat di luar negeri mendapati personelnya bertransaksi di platform taruhan digital.
๐ Baca JugaPemegang Saham Circle Gugat Donald Trump - Transaksi $2 Miliar USD1 Dituding Tekan Bisnis USDC
Pada Februari, otoritas Israel menangkap seorang tentara reservis dan seorang warga sipil yang bertaruh di Polymarket. Keduanya menempatkan posisi taruhan berbekal informasi intelijen mengenai rencana serangan militer terhadap Iran.
Bagi pelaku pasar maupun personel yang memegang akses dinas, memo Pentagon ini menarik batas tegas. Bertaruh dengan modal informasi rahasia operasi bukan sekadar pelanggaran disiplin kerja, melainkan tindakan yang berujung langsung pada dakwaan pidana dan penangkapan.
Dilansir dari Cointelegraph.
Baca juga: OCC Sahkan Regulasi GENIUS Act - Cadangan Wajib Penuh dan Bunga Dilarang Total
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




