Lonjakan harga Bitcoin yang sempat menyentuh hampir $85.000 pada Rabu malam terhapus pada sesi pagi di Asia, Kamis (22/10/2026). Bitcoin diperdagangkan mendatar di kisaran $82.800 dan kembali bertengger di level penahan atau support krusial $82.500. Analis memperingatkan, penembusan ke bawah level ini membuka risiko pelemahan lanjutan hingga menuju $70.000. Pelemahan ini bukan datang dari masalah internal kripto, melainkan imbas aksi jual yang melanda bursa saham teknologi global.
Tekanan Saham Teknologi AS Menjalar ke Bursa Asia
Sentimen negatif bermula dari laporan kinerja keuangan sejumlah emiten teknologi Amerika Serikat. Saham Tesla merosot 3% pada perdagangan pascapasar usai memangkas proyeksi belanja modal atau capex, sementara saham produsen peralatan semikonduktor Lam Research anjlok 7%. Meskipun Meta naik 2% berkat pengumuman penambahan anggaran kecerdasan buatan (AI), kenaikan itu gagal menahan pelemahan pasar yang lebih luas. Kontrak berjangka indeks Nasdaq 100 tergelincir 1,1% dan S&P 500 turun 0,5%.
Kelesuan Wall Street merembet ke pasar Asia beberapa jam kemudian. Indeks Kospi di Korea Selatan anjlok 2,2% akibat penurunan harga saham dua produsen cip memori, Samsung dan SK Hynix. Di China, indeks CSI 300 tertekan 1,7% yang mendekatkan pergerakannya ke fase pasar lesu atau bear market. Pada saat yang sama, harga minyak mentah dunia kembali merangkak naik menyusul eskalasi ketegangan geopolitik di Timur Tengah.
Tesla Pertahankan Simpanan Bitcoin Senilai $972 Juta
Di tengah tekanan pendapatan kuartal ketiga (Q3) 2026, Tesla mengonfirmasi dalam laporan terbarunya bahwa tidak ada satu pun dari simpanan Bitcoin miliknya yang dijual. Nilai aset kripto yang disimpan perusahaan itu mencapai $972 juta. Keputusan mempertahankan aset digital ini menjadi perhatian pasar, terutama saat saham Tesla sendiri sedang tertekan akibat pemangkasan proyeksi belanja modal.
Pergerakan Altcoin Terbelah Dua Arah
Dampak penurunan bursa saham tidak dirasakan seragam oleh seluruh aset kripto. Sejumlah altcoin utama justru bergerak berlawanan arah. Zcash (ZEC) memimpin kenaikan dengan lonjakan 3% ke kisaran $1.290, sementara XRP naik tipis di bawah 1%. Di sisi lain, beberapa token ikut tertekan: HYPE turun 3% ke $79, Dogecoin (DOGE) turun 2%, Solana (SOL) turun 1%, sedangkan Ethereum dan BNB melemah tipis.
Bagi para pelaku pasar, level $82.500 kini menjadi batas yang perlu diawasi ketat. Kemampuan Bitcoin bertahan di atas angka ini menjadi penahan agar koreksi tidak meluncur ke kisaran $70.000 seperti yang diperingatkan para analis.
๐ Baca JugaBitcoin Rebound Dekati $84.500 Usai Panik Mereda - Tapi Peluang Tembus $87.500 Turun ke 31%
Dilansir dari CoinDesk.
Baca juga: Cara Membaca Candlestick untuk Pemula
Baca juga: Bursa AS Libur Akhir Pekan, Taruhan Saham Chip $51,6 Juta Ludes dalam 10 Menit
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




