Setahun terakhir, ada satu resep yang diikuti puluhan perusahaan publik: kumpulkan modal, borong kripto, jadikan aset itu inti neraca perusahaan. Model ini - dikenal sebagai digital asset treasury atau DAT - dipopulerkan raksasa seperti Strategy dan ditiru ramai-ramai oleh perusahaan yang menimbun Ethereum, Solana, hingga token-token yang lebih kecil. Selama harga naik, strategi ini tampak jenius.
Lalu pasar berbalik. Dengan harga kripto merosot ke sekitar titik terendah 2026, sebagian besar “brankas kripto” itu kini tersandera posisi yang mereka bangun saat harga jauh lebih tinggi. Menurut data yang dibagikan Cointelegraph, dari sekian banyak DAT yang ada, hanya Hyperion dan Hyperliquid yang tercatat masih membukukan keuntungan di atas kertas alias unrealized PnL positif. Sisanya, merah.
Kenapa Bisa Kompak Nyangkut
Persoalannya ada pada waktu. Gelombang perusahaan yang berlomba jadi DAT sebagian besar masuk ketika sentimen sedang panas dan harga di zona tinggi. Begitu pasar mendingin dan masuk fase konsolidasi berkepanjangan, aset yang mereka borong ikut turun nilainya - dan karena kripto adalah bagian besar dari neraca, kerugian di atas kertas itu langsung terasa di valuasi perusahaan.
Bahwa Hyperliquid termasuk yang bertahan hijau bukan kebetulan. Ekosistemnya sedang jadi salah satu yang paling ramai dibicarakan tahun ini, sehingga posisi treasury-nya punya bantalan yang tidak dimiliki mayoritas pesaing. Tapi dua nama yang selamat dari puluhan justru mempertegas gambaran besarnya: model ini jauh lebih rapuh terhadap arah pasar ketimbang yang diakui saat euforia.
📌 Baca JugaBank Wall Street Ini Kini Jual Bitcoin, Ethereum, dan Solana Langsung ke Nasabah Ritel - dan Itu Baru Permulaan
Pelajaran di Balik Angka Merah
Kerugian di atas kertas belum tentu jadi kerugian nyata - selama perusahaan tidak dipaksa menjual, harga bisa saja pulih dan menghapus tinta merah itu. Namun deretan DAT yang kompak nyangkut adalah pengingat gamblang bahwa menaruh kripto sebagai jantung neraca berarti ikut menaiki setiap gelombang naik-turunnya. Bagi investor yang menimbang saham perusahaan-perusahaan ini, pertanyaannya bukan lagi seberapa banyak kripto yang mereka pegang, melainkan pada harga berapa mereka menumpuknya.
Dilansir dari @Cointelegraph di X.
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




