Perdagangan kripto di bursa terdesentralisasi (DEX) memakan porsi 24% dari total volume spot bursa terpusat (CEX) sepanjang Juli 2026. Angka dari The Block ini menandai level tertinggi yang pernah tercatat dalam seri pengukuran metrik mereka saat ini. Rasio ini dihitung dengan membagi volume 30 DEX teratas di DefiLlama dengan angka perdagangan dari sekumpulan CEX terpilih. Perbandingan ini tidak mencakup keseluruhan pasar kripto, namun angkanya menjadi patokan pergeseran likuiditas antar platform.
Kenaikan rasio ini menyimpan satu catatan tebal. Dominasi DEX yang menembus 24% tidak murni berasal dari pertumbuhan absolut transaksi on-chain. Sebagian besar persentase ini terkerek karena bursa terpusat sedang kehilangan volume. Menurut laporan Talos, total perdagangan spot CEX merosot tajam 28% dari kuartal ke kuartal, turun menjadi $2,32 triliun sepanjang kuartal kedua 2026. Penyebut yang mengecil inilah yang membuat porsi DEX terlihat membesar.
Motor Baru Bernama Robinhood Chain
Di luar faktor lesunya CEX, lonjakan volume DEX punya satu motor penggerak baru di bulan Juli: Robinhood Chain. Jaringan ini baru meluncurkan mainnet publik pada 1 Juli 2026. Hanya dalam jeda satu hari, tepatnya 2 Juli, seluruh barisan protokol Uniswap yang mencakup versi v2, v3, v4, hingga UniswapX langsung beroperasi penuh di atasnya.
Volume perdagangannya langsung membesar. Dalam rentang tujuh hari saja, Robinhood Chain mencetak rata-rata transaksi harian $690 juta. Puncak tertingginya tersentuh pada 11 Juli saat volume menembus $943,6 juta dalam sehari. Dari seluruh perputaran uang di jaringan baru ini, Uniswap nyaris memonopoli dengan pangsa 99,5% selama sepekan pertama. Akumulasi volume swap platform ini mulus melewati batas $1 miliar hanya dalam 10 hari sejak peluncuran.
Robinhood membuka jaringan ini untuk pengguna di lebih dari 120 negara, memberi mereka akses memperdagangkan aset kripto dan instrumen Robinhood Stock Tokens. Namun, platform ini menutup pintunya rapat-rapat bagi pengguna asal Amerika Serikat.
Teka-teki Metodologi Data
Membaca data volume DEX selalu membutuhkan kewaspadaan terhadap cara platform analitik berhitung. The Block, misalnya, pernah merilis laporan lama yang menyebut rasio DEX mencapai 25% pada Mei 2025 dan puncaknya 29% pada Juni 2025. Selisih data historis ini dengan rekor 24% versi Juli 2026 belum dijelaskan ke publik. Perbedaan metrik ini kemungkinan berasal dari revisi data masa lalu atau perubahan daftar CEX yang masuk dalam cakupan pantauan.
📌 Baca JugaBitget Ubah BGBTC Jadi Mesin Penghasil Bitcoin Harian - Ini Peran Chainlink di Dalamnya
Platform data lain punya pembacaan yang sama berbedanya. CoinGecko, yang memakai metodologi terpisah, pernah menempatkan pangsa pasar DEX di angka 24,5% pada Juni 2025, sebelum merosot jauh ke kisaran 13-14% pada Januari 2026. Di luar perdebatan metrik persentase, volume absolut beberapa ekosistem terbukti tetap kuat. Jaringan Solana mencatat rekor transaksi DEX melampaui $800 miliar pada paruh pertama 2025, ditopang penuh oleh Jupiter sebagai lapisan perutean utamanya.
Angka 24% ini mungkin terdongkrak oleh sepinya bursa konvensional, namun pencapaian $1 miliar pertama dari Robinhood Chain membuktikan likuiditas on-chain tidak sedang diam menunggu tren pasar membaik.
Dilansir dari crypto.news.
Baca juga: Apa Itu DeFi (Decentralized Finance)?
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




