Volume perdagangan kripto di platform Robinhood mencatat kenaikan 61% dari bulan lalu menjadi $17,5 miliar pada Agustus 2026. Perputaran uang dari transaksi aset digital ini setara dengan rata-rata volume gabungan sekitar $565 juta per hari di sepanjang bulan.
Bitstamp, bursa kripto yang diakuisisi oleh Robinhood pada 2025, memproses porsi mayoritas sebesar $10,1 miliar dari total volume bulan itu - nilai yang mewakili kenaikan 53% dari perolehan Juli. Sementara itu, aplikasi utama Robinhood menangani sisa volume sebesar $7,4 miliar. Angka transaksi di aplikasi utama ini naik 72% dari bulan sebelumnya, tetapi masih anjlok 46% bila dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Walau terlihat tumbuh dalam rentang bulanan, total volume kripto gabungan sebesar $17,5 miliar itu tetap terpaut 38% di bawah rekor $28,1 miliar yang dicetak platform ini pada Agustus 2025.
Bukan Kripto yang Mengisi Kas
Di balik angka transaksi kripto yang mulai membaik, Robinhood mencatat lini bisnis lain yang melaju jauh lebih cepat. Produk pasar prediksi atau event contracts diperdagangkan sebanyak 4,7 miliar kali sepanjang bulan Agustus. Walau sedikit melandai 23% jika dibandingkan dengan Juli, volume itu naik nyaris 15 kali lipat dari 300 juta kontrak pada Agustus 2025.
Lalu lintas kontrak yang padat ini langsung mengubah struktur pendapatan perusahaan. Pada laporan kuartal yang berakhir Juli, segmen event contract menghasilkan $156 juta. Angka ini menempatkan pasar prediksi di atas kripto sebagai pendorong pendapatan terbesar bagi Robinhood dari lini transaksi. Operasi bisnis ini digerakkan lewat kemitraan dengan Kalshi dan ForecastEx, serta Rothera - entitas usaha patungan yang langsung memproses 3,5 miliar kontrak sejak mengudara di bulan Juni lalu.
Metrik platform lain juga membesar. Total aset nasabah di platform Robinhood saat ini menyentuh $384 miliar, mewakili kenaikan 26% dari tahun ke tahun. Seluruh dana itu dikumpulkan dari 28,6 juta pengguna dengan status akun terdanai. Di luar transaksi, fasilitas pinjaman margin yang ditarik nasabah ikut melonjak 72% dalam satu tahun terakhir hingga berada di angka $21,5 miliar.
Batas Kontrak Mulai Dibahas
Perputaran kontrak yang mulai melampaui bisnis kripto memancing perhatian Washington. Terhitung sejak Januari, Kongres Amerika Serikat sudah menerima pengajuan lebih dari 10 rancangan undang-undang yang khusus menyoroti dan membatasi ruang gerak pasar prediksi.
๐ Baca JugaCEO AMC Tantang Bos Robinhood Soal Token Saham - Bagaimana Kalau Asetnya Dipinjamkan ke Short Seller?
Satu dokumen yang menjadi sorotan adalah PREDICT Act. Aturan ini memuat larangan tegas bagi para anggota Kongres untuk berdagang kontrak yang berkaitan dengan peristiwa politik. Saat pasar tebak peristiwa terbukti menarik perputaran modal bernilai miliaran dolar, Washington menyiapkan aturan main spesifik untuk menutup celah konflik kepentingan para pembuat kebijakannya. Dilansir dari Decrypt.
Baca juga: Cara Membaca Candlestick untuk Pemula
Baca juga: Coinbase Hadirkan Pulse Mode di Dompet Mobile - Buka Akses Langsung ke Pasar Berjangka Hyperliquid
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




