CLARITY Act, rancangan undang-undang kripto yang kini sudah tumbuh dua kali lipat menjadi lebih dari 630 halaman sejak kemunculan draf pertamanya pada Mei 2025, akan menghadapi voting cloture krusial di Senat Amerika Serikat pada 15 September 2026. Di pasar prediksi Polymarket, peluang RUU CLARITY untuk disahkan menjadi undang-undang tahun ini tercatat hanya berada di angka 24%. Namun, probabilitas rancangan ini lolos tahap cloture dinilai jauh lebih tinggi, karena tahap ini hanya membutuhkan 60 suara persetujuan untuk memindahkan RUU ke fase amandemen dan debat terbuka.
Teks terbaru RUU memuat tambahan 14 halaman yang spesifik mengarahkan Komisi Sekuritas dan Bursa (SEC) serta Komisi Perdagangan Berjangka Komoditas (CFTC). Kedua komisi pengawas ini mendapat tugas untuk menentukan apakah pihak pengendali “protokol perdagangan keuangan non-desentralisasi” wajib mematuhi seluruh persyaratan sekuritas, komoditas, dan praktik anti pencucian uang (AML).
Syarat Etika yang Mandek
Masalah berpusat pada draf teranyar CLARITY Act yang menolak menyertakan perubahan besar pada ketentuan etika bagi pejabat terpilih - poin mutlak yang diminta kubu Demokrat sebagai syarat utama dukungan mereka. Sebagai respons langsung, Pemimpin Minoritas Senat Chuck Schumer memanggil para senator Demokrat ke sebuah pertemuan pada hari Minggu guna mendiskusikan posisi mereka. Ketentuan etika ini, ditambah dengan perdebatan mengenai batas yield stablecoin dan jaminan perlindungan bagi pengembang terdesentralisasi, terus menjadi isu yang menguras dukungan bagi RUU ini.
Apa Keputusan Trump soal Kerajaan Kriptonya?
Menyikapi kebuntuan di Senat, Presiden Trump dilaporkan memanggil para penasihatnya pada akhir pekan lalu. Fokus pembicaraan ini menimbang apakah presiden bersedia menyetujui pembatasan lebih ketat pada kerajaan kripto multi-miliaran dolar miliknya demi mengakomodasi tuntutan etika kubu lawan. Selama proses negosiasi berlangsung, sinyal optimis justru muncul dari staf internal pemerintahan, ketika penasihat kripto Gedung Putih Patrick Witt memposting pesan singkat berbunyi, “bad day to be a Clarity Act doomer.”
Pekan Penentu Arah Kebijakan
Kanal publikasi kripto Altcoin Daily mengklaim kombinasi rentetan peristiwa ini berpotensi menjadikan periode ini sebagai minggu terbesar kripto sepanjang sejarah. Klaim ini muncul karena jadwal penentuan voting CLARITY terjadi berdekatan dengan keputusan suku bunga The Fed dan berbagai perkembangan pasar positif lainnya.
๐ Baca JugaRekor Donasi ยฃ72 Juta Tokoh Kripto ke Reform UK - Status Residensi Kini Diperkarakan
Bagi para pelaku pasar, lolosnya RUU ini ke fase amandemen akan membuktikan bahwa penyusunan kerangka aturan baku masih berjalan tahun ini. Sebaliknya, kegagalan mencapai batas 60 suara akan membuat 630 halaman rancangan aturan ini tertunda tanpa kepastian lebih lanjut. Dilansir dari Cointelegraph.
Sebelumnya: Senat AS Gelar Voting CLARITY Act 15 September - Gagal Dapat 60 Suara Berarti Kripto Lari ke Singapura
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




