Tembok pemblokiran itu akhirnya runtuh seutuhnya. Pengguna kripto di Filipina kini bisa mengakses Binance lagi setelah PLDT, operator telekomunikasi terbesar di negara itu, memulihkan koneksi ke situs bursa kripto ini. Langkah PLDT melengkapi pembukaan akses jaringan yang sudah lebih dulu dilakukan oleh Globe Telecom pada bulan Mei.
Tapi kembalinya bursa ini menuntut syarat mengikat. Binance tidak menjajakan layanannya langsung. Mereka masuk melalui entitas lokal bernama BlockShoals Technologies Inc., sebuah perusahaan perantara kripto yang memegang sertifikat dari Komisi Sekuritas dan Bursa (SEC) Filipina.
Pola kerja sama ini menjadi jembatan bagi Binance untuk menembus pasar yang sempat menutup pintu bagi mereka dua tahun lalu. Pada 2024, regulator Filipina memblokir akses ke Binance setelah menemukan bursa ini beroperasi tanpa registrasi lokal yang sah.
Jalur Khusus di Dalam Kotak Pasir Regulator
Strategi masuk kembali ini bersandar pada kerangka SEC Strategic Regulatory Sandbox, atau StratBox. BlockShoals selaku perantara telah mengamankan persetujuan prinsip dari regulator sejak November 2025. Prosesnya berlanjut ketika mereka resmi menerima Notice to Proceed with Testing pada 14 April 2026.
Mantan CEO Changpeng Zhao alias CZ langsung memberi konfirmasi mengenai status operasi ini melalui platform X pada 29 Juli 2026. “Binance punya lisensi sandbox sangat spesial di Filipina. Website sudah tidak diblokir. Kanal fiat segera menyusul,” tulis tokoh sentral Binance itu.
Meski alamat web utama sudah lepas dari jerat blokir penyedia layanan internet, gerbang untuk nasabah ritel belum terbuka utuh hari ini. Fase pertama program sandbox ini mewajibkan masa integrasi sistem selama 90 hari. Pembukaan akun untuk pelanggan baru baru diizinkan bergulir setelah fase integrasi rampung. Sejalan dengan itu, sistem pembayaran denominasi Peso (PHP) dan koneksi saluran fiat pendukung masih dalam tahap perangkaian.
Tersangkut di Etalase Aplikasi Ponsel
Selain infrastruktur fiat yang belum rampung, pengguna ponsel juga belum menikmati akses instan. Aplikasi resmi Binance di Apple App Store dan Google Play Store untuk wilayah Filipina masih belum tersedia. Pemulihan etalase aplikasi ini memakan rute birokrasi tersendiri: regulator harus memperbarui status legalitas BlockShoals dan menyampaikannya ke pihak Apple dan Google. Sampai hari ini, belum ada jadwal pasti kapan pembaruan itu selesai diproses.
📌 Baca JugaLuno Pecat 20% Karyawan Global - Bagaimana AI Berubah Jadi Mesin Pemotong 894 Pekerjaan Kripto Bulan Ini
Kabar pulihnya akses di satu negara memberi dorongan pada pergerakan token asli Binance. Koin BNB diperdagangkan di kisaran $592, mencatat kenaikan 4% dari penutupan perdagangan hari sebelumnya.
Bagi bursa kripto lain yang saat ini terkunci di luar batas negara akibat benturan regulasi, rute BlockShoals jadi cetak biru berharga. Pintu yang ditutup paksa oleh pemerintah ternyata tidak terkunci mati - ia tetap bisa dibuka kembali lewat jalur uji coba, asalkan pemain rela menggandeng entitas lokal.
Dilansir dari crypto.news.
Baca juga: Cara Membaca Candlestick untuk Pemula
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




