Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) menyerahkan draf amandemen aturan kustodian kripto ke Kantor Manajemen dan Anggaran (OMB) Gedung Putih pada 25 Agustus 2026. Proyek aturan kustodian baru ini memusatkan perhatian pada panduan kepatuhan bagi entitas pengelola dana institusional. Dokumen ini akan mengatur operasional penasihat investasi terdaftar (RIA) serta berbagai perusahaan investasi dalam mengelola dan menyimpan aset digital milik klien. Pengaturan ruang penyimpanan instrumen digital ini tidak hanya berlaku untuk mata uang kripto, tetapi juga mencakup seluruh dana klien yang bersinggungan langsung dengan ekosistem aset digital itu.
Menunggu Pengesahan di Dua Level
Meski berkas amandemen sudah berada di ranah Gedung Putih, para pelaku industri manajemen kekayaan belum bisa membaca ketentuan baru ini. Detail lengkap mengenai kewajiban kustodian aset digital baru akan dipublikasikan ke publik setelah peninjauan di tingkat eksekutif Gedung Putih tuntas. Selain harus melewati meja Kantor Manajemen dan Anggaran, draf amandemen ini juga wajib disetujui oleh internal komisi pengawas sekuritas.
Agar aturan baru ini bisa disahkan menjadi panduan wajib bagi perusahaan investasi, draf amandemen membutuhkan persetujuan akhir dari barisan komisaris SEC. Persetujuan pengesahan aturan pengelolaan kripto ini harus diputuskan lewat mekanisme pemungutan suara terbuka oleh para komisaris. Selama dua tahap birokrasi ini belum selesai, penasihat investasi terdaftar masih harus menunggu kepastian soal standar penyimpanan aset klien mereka ke depan.
Dua Perubahan Aturan dalam Satu Waktu
Pengajuan aturan kustodian kripto ke tingkat eksekutif diproses bersamaan dengan langkah SEC merombak peta yurisdiksi instrumen pasar tradisional. Komisi ini mengajukan usulan terpisah untuk mengubah Aturan 3a12-8 yang bernaung di bawah Undang-Undang Bursa Efek 1934 (Securities Exchange Act of 1934). Usulan perubahan pada undang-undang bursa efek ini dirancang khusus untuk mengecualikan kontrak berjangka obligasi pemerintah Uni Eropa dari jangkauan aturan sekuritas Amerika Serikat.
๐ Baca JugaPolygon Tambal Celah Kritis Lewat Dua Hard Fork Rahasia - Token POL Naik 44% Sebulan Terakhir
Melalui amandemen aturan obligasi Eropa ini, SEC membagi ulang batas wewenang pengawasan antar lembaga regulator pasar modal Amerika Serikat. Komisi sekuritas ini akan menyerahkan yurisdiksi penuh atas peredaran kontrak berjangka obligasi kawasan Eropa itu kepada Komisi Perdagangan Berjangka Komoditi (CFTC). Keputusan memindahkan wewenang instrumen utang luar negeri kepada CFTC kini menanti eksekusi, sejalan dengan proses peninjauan aturan penyimpanan mata uang kripto milik nasabah di Gedung Putih. Dilansir dari crypto.news.
Baca juga: Polisi Inggris Sita 20,21 BTC Jejak Darknet - Tersangkanya Meninggal Sebelum Aset Dirampas
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




