Voting cloture untuk RUU CLARITY Act di Senat pada Selasa ditutup dengan angka 50-49. RUU ini gagal maju karena tidak menyentuh ambang 60 suara persetujuan yang diwajibkan. Tanpa undang-undang ini, industri kripto harus menghadapi konsekuensi langsung. SEC dan CFTC berpeluang menerbitkan aturan agresif mereka sendiri karena tidak ada panduan legislatif dari Kongres yang membatasi kewenangan regulator itu.
Kandasnya pemungutan suara ini sekilas terlihat seperti akhir jalan bagi CLARITY Act, namun komunikasi di tingkat atas ternyata masih berjalan.
Mengincar Celah Masa Sidang Akhir
Adrian Wall, Managing Director Digital Sovereignty Alliance, mengungkap adanya upaya memajukan draf undang-undang ini lewat jalur lain. Saat tampil dalam acara Chain Reaction yang disiarkan Cointelegraph di platform X, Wall menyebut senator dari dua partai sudah mempertimbangkan langkah alternatif untuk kembali mengangkat CLARITY Act.
Lembaga yang dipimpin Wall merupakan kelompok advokasi nirlaba yang rutin bekerja dengan pembuat undang-undang dan regulator untuk menyusun kebijakan aset digital. Ia menekankan bahwa kabar ini datang langsung dari para senator, bukan lewat staf kongres. Kubu pendukung RUU menyiapkan strategi spesifik untuk melibatkan pihak lain dalam membangun dukungan baru.
“Ada keinginan untuk mengajukan aturan ini bahkan selama periode lame-duck Kongres,” kata Wall membagikan isi pembicaraannya dengan para anggota dewan.
Sesi lame-duck adalah masa sidang paling akhir setelah pemilihan umum, tepat sebelum anggota dewan baru dilantik. Masa ini sering dimanfaatkan untuk menuntaskan legislasi yang tertunda, dan menjadi celah waktu terakhir sebelum susunan Kongres saat ini resmi bubar.
๐ Baca JugaAturan Pajak Kripto AS Pertama Lolos Komite DPR 38-5 - Transaksi di Bawah $10 Bebas Potongan
Konsekuensi Jika Gagal Lagi
Wall menyadari bahwa batas waktu dan peta politik sangat ketat. Ia menyebut manuver di akhir masa jabatan ini tidak akan berjalan mulus. “Apakah ini mudah? Tidak. Ini akan jadi sangat rumit. Peluangnya kecil,” akunya.
Jika rencana di sesi lame-duck ini kembali gagal, proses pengesahan CLARITY Act otomatis terhenti. Wall menyebut Kongres periode berikutnya baru bisa mengambil alih kembali penyusunan legislasi struktur pasar kripto ini. Bagi pelaku pasar, pilihannya sudah jelas: bertaruh pada manuver menit akhir di Senat, atau bersiap menghadapi tindakan sepihak regulator tanpa panduan legislatif.
Dilansir dari Cointelegraph.
Sebelumnya: RUU Kripto AS Gagal Lewati Senat 49-50 - Nasib Industri Kini Berada di Tangan SEC
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




