Mastercard dan jaringan orkestrasi stablecoin Borderless resmi menjalankan program pilot untuk mengeksplorasi standar verifikasi identitas bersama pada pembayaran lintas batas. Langkah kolaborasi ini diumumkan hanya berselang sepekan setelah perusahaan pembayaran itu menuntaskan akuisisi atas penyedia infrastruktur stablecoin BVNK senilai $1,8 miliar pada Senin lalu.
Namun ada satu batasan tegas yang diterapkan sejak awal dalam uji coba ini. Mastercard sama sekali tidak akan memproses atau melakukan penyelesaian akhir dari aliran dana yang ditransaksikan. Peran mereka dikunci murni sebagai lapisan tata kelola dan verifikasi bagi transaksi yang berjalan di antara para pihak.
Memecahkan Masalah Kepatuhan Aturan
Isu pemenuhan aturan kepatuhan hukum masih menjadi salah satu titik hambat paling membebani dalam arus pembayaran stablecoin antarnegara. Untuk mengurai hambatan ini, pilot bersama Borderless bersandar pada kerangka kerja Mastercard Crypto Credential. Kerangka ini berfungsi sebagai sistem standar sekaligus sinyal jaminan yang dirancang khusus untuk memastikan kepastian transaksi di atas jaringan blockchain.
Tujuan utama dari pengujian ini adalah mencari bentuk sinyal tata kelola baru yang mampu menekan berbagai gesekan teknis maupun regulasi saat memindahkan nilai stablecoin melintasi berbagai yurisdiksi. CEO Borderless, Kevin Lehtiniitty, melihat pendekatan ini sebagai upaya mengadaptasi solusi yang sudah teruji di sistem keuangan tradisional untuk dibawa ke dunia blockchain.
“Perbankan korespondensial menyelesaikan hal ini puluhan tahun lalu - Mastercard kini menerapkan model itu ke pembayaran aset digital,” kata Lehtiniitty.
Kepingan Strategi yang Mulai Tersambung
Manuver verifikasi identitas ini sejalan dengan peta jalan panjang yang sudah disiapkan sebelumnya. Jauh sebelum penyelesaian akuisisi BVNK, Mastercard telah lebih dulu meletakkan fondasinya pada Juni 2026. Pada saat itu, mereka mengumumkan rencana strategis untuk memperluas kemampuan penyelesaian akhir dengan merangkul jalur pembayaran via stablecoin.
📌 Baca JugaBlackRock Kantongi Rating S&P Tertinggi di Hari Pertama - Saat Tether USDT Masih Tertahan di Level Terlemah
Daftar stablecoin yang masuk dalam rencana ekspansi penyelesaian Mastercard mencakup berbagai nama besar di industri kripto. Mulai dari USDC terbitan Circle, PYUSD dari Paxos, USDG, USDP, RLUSD milik Ripple, hingga SoFiUSD.
Rangkaian peristiwa dari pengumuman dukungan stablecoin di bulan Juni, akuisisi bernilai miliaran dolar atas BVNK, hingga uji coba standar identitas hari ini menunjukkan arah yang seragam. Membangun lapisan kepatuhan aturan mungkin terdengar birokratis bagi kultur kripto. Tapi begitu kerangka verifikasi ini mapan dan batas antarnegara terhapus, transfer nilai global tak lagi harus bergantung pada lambatnya sistem perbankan lama. Dilansir dari Cointelegraph.
Baca juga: Apa Itu DeFi (Decentralized Finance)?
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




