Standard Chartered resmi membuka layanan kustodi institusional untuk stablecoin RLUSD milik Ripple di jaringan XRP Ledger melalui cabangnya di Dubai. Bank dengan aset kelolaan hampir $450 miliar ini mulai menyimpan token patokan dolar AS itu langsung di bawah pengawasan regulasi perbankan.
Pihak bank kini menyiapkan kerja sama segitiga bersama Ripple dan LMAX Group, merancang mekanisme yang memungkinkan nasabah memakai saldo RLUSD di bank sebagai jaminan atau collateral untuk trading di platform LMAX.
Trading di Bursa Tanpa Mengirim Koin
Melalui skema jaminan yang dirancang, pemodal institusional dapat mengeksekusi order di bursa LMAX tanpa perlu menyetor koin kripto mereka ke venue trading. Model pemisahan ini menempatkan aset tetap aman di rekening perbankan selama aktivitas perdagangan berlangsung.
Integrasi jaminan dengan LMAX saat ini belum aktif. Standard Chartered dan mitranya masih menyelesaikan tahap dokumentasi, pengujian sistem, pemenuhan persetujuan regulator, serta verifikasi internal sebelum merilisnya ke pasar.
Pada Januari 2026, Ripple sudah menyalurkan pembiayaan $150 juta kepada LMAX Group. Kucuran dana itu menjadi bagian dari rencana menanamkan RLUSD ke dalam infrastruktur perdagangan LMAX, termasuk segmen trading institusional.
Waqar Chaudry, kepala global digital assets Standard Chartered, menegaskan bahwa “nasabah institusional ingin berpartisipasi di pasar aset digital tanpa mengorbankan cara aset mereka dijaga atau risiko dikelola.”
Jejak Kustodi dari Hong Kong ke Singapura
Di kawasan Asia, Standard Chartered sudah lebih dulu membangun rekam jejak aset digital. Pada Agustus lalu, institusi ini menjadi bank pertama yang mendistribusikan salah satu dari dua stablecoin berlisensi di Hong Kong.
Setelah merampungkan akuisisi penuh atas Zodia Custody, bank ini juga bersiap menawarkan layanan kustodi aset kripto, stablecoin, serta aset dunia nyata yang ditokenisasi untuk nasabah korporasi di Singapura.
Pemisahan Tempat Simpan dan Lokasi Transaksi
Pemisahan antara kustodian independen dan tempat transaksi menjawab kekhawatiran klasik pemodal besar. Pengalaman pahit di industri kripto menunjukkan besarnya risiko kehilangan kendali ketika modal disetor langsung ke dompet bursa perdagangan.
๐ Baca JugaOKX Buka Pinjaman USDC Tanpa Tenggat Waktu di Eropa - Limit Tembus 3,25 Juta, Bebas dari Aturan MiCA
Joseph Goh dari Areta menyoroti nilai strategis integrasi perbankan: “Kustodi berlisensi yang terhubung ke bank sistemik global menjadi salah satu infrastruktur paling berharga di aset digital.”
Bagi pemodal korporasi, kolaborasi Standard Chartered, Ripple, dan LMAX memperlihatkan standar baru industri: transaksi likuiditas kripto kini dapat dieksekusi tanpa harus menanggalkan protokol kehati-hatian perbankan.
Dilansir dari CoinDesk.
Baca juga: Apa Itu DeFi (Decentralized Finance)?
Baca juga: OKX Buka Pinjaman USDC Tanpa Tenggat Waktu di Eropa - Limit Tembus 3,25 Juta, Bebas dari Aturan MiCA
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




