๐Ÿ“… Selasa, 13 Oktober 2026 ยท --:-- WIB Ikuti kami
Ecosystem โ–ผ
ID EN
Australia Siap Batasi Leverage Derivatif Kripto - Broker Bakal Wajib Tanggung Kerugian Melebihi Saldo

Australia Siap Batasi Leverage Derivatif Kripto - Broker Bakal Wajib Tanggung Kerugian Melebihi Saldo

๐Ÿ“š Istilah di Artikel Ini:

Regulator sekuritas Australia (ASIC) mengusulkan perluasan aturan kontrak untuk perbedaan (CFD) ke kontrak yang diselesaikan dengan aset digital. Kebijakan ini mencakup transaksi yang diselesaikan lewat transfer aset digital, termasuk kontrak yang melacak aset non-kripto. Jika aturan disahkan, broker tidak lagi bebas menawarkan leverage tinggi kepada investor ritel saat bertransaksi memakai aset digital.

Cakupan baru ini menyamakan perlakuan transaksi tunai konvensional dengan transfer kripto. Lewat penambahan kontrak yang diselesaikan dengan transfer aset digital, ASIC ingin menutup celah regulasi antara kedua instrumen. Sasaran utama regulator bukan cuma memangkas leverage, melainkan memastikan adanya perlindungan modal saat posisi trading merugi.

Tiga Aturan Utama yang Berlaku Sejak 2021

Aturan CFD di Australia sudah berjalan sejak 2021 untuk instrumen derivatif konvensional. Kerangka itu memuat tiga pilar proteksi: penetapan batas leverage maksimum, kewajiban broker menutup otomatis posisi trading saat saldo akun jatuh di bawah level tertentu, serta proteksi saldo negatif.

Proteksi saldo negatif menjadi poin paling krusial bagi investor ritel. Melalui aturan itu, kerugian trader dibatasi hanya sebesar dana yang disetor di akun CFD. Broker dilarang menuntut setoran tambahan jika pasar bergerak liar melampaui sisa saldo nasabah, sebuah perlindungan yang selama ini kerap absen pada kontrak derivatif kripto.

Kontrak Apa yang Masih Dikecualikan?

ASIC tidak memasukkan seluruh instrumen derivatif ke dalam pengetatan ini. CFD kripto berjangka dan kontrak opsi dengan tanggal kedaluwarsa tetap akan tetap dikecualikan dari aturan CFD. Pengecualian itu memberi ruang bagi produk terstruktur yang sudah memiliki batas waktu kedaluwarsa pasti sejak awal kontrak dibuka.

Masa konsultasi publik dibuka hingga 9 November 2026 untuk menghimpun masukan dari pelaku industri dan publik. Masukan itu akan menjadi bahan pertimbangan ASIC sebelum memfinalisasi aturan di tingkat nasional.

Tenggat September dan Kerangka Lisensi 2027

Di luar usulan CFD, Australia telah mengesahkan undang-undang pada April 2026 yang membawa bursa kripto dan platform kustodi aset tertokenisasi ke dalam kerangka lisensi jasa keuangan. Regulasi menyeluruh itu dijadwalkan berlaku mulai 9 April 2027.

Parlemen Prancis Bidik Dompet Kripto Mandiri di Atas โ‚ฌ100.000 - Denda โ‚ฌ10.000 Menanti tapi RUU Anggaran Malah Ditolak๐Ÿ“Œ Baca JugaParlemen Prancis Bidik Dompet Kripto Mandiri di Atas โ‚ฌ100.000 - Denda โ‚ฌ10.000 Menanti tapi RUU Anggaran Malah Ditolak

Sebelum aturan 2027 tiba, ASIC memasang batas waktu lebih awal bagi entitas yang masih beroperasi. Perusahaan kripto yang mengandalkan keringanan penegakan sementara diwajibkan mengajukan lisensi jasa keuangan atau meminta penyesuaian izin sebelum 30 September.

Bagi trader ritel di Australia, ruang berspekulasi dengan pinjaman leverage tinggi makin terbatas. Bersiap menghadapi batas leverage dan penutupan posisi otomatis menjadi langkah adaptasi wajib sebelum rezim lisensi baru berlaku penuh.

Dilansir dari Cointelegraph.

Baca juga: Hong Kong Siapkan Tindakan Hukum Platform Pembayaran Liar - 16 Aduan Masuk di Tengah Peluncuran HKDAP


Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.

Gimana reaksimu?
Bagikan artikel ini:
๐Ÿ“ฉ KABAR BITCOIN 1 MENIT

Berita kripto harian, langsung ke inbox

Ringkasan 1 menit untuk kamu yang selalu bergerak. Gratis, kapan saja bisa berhenti.

Total
0
Share