Strategy kembali membeli Bitcoin, tetapi nominalnya kalah jauh dibanding belanja saham internalnya. Antara 5 hingga 11 Oktober 2026, perusahaan ini membeli 250 BTC senilai $21,5 juta dengan harga rata-rata $86.194 per koin. Di saat bersamaan, manajemen mengucurkan $192,4 juta untuk membeli kembali 1,93 juta lembar saham preferen STRC (Variable Rate Series A Perpetual Stretch Preferred Stock).
Pengeluaran untuk memborong saham preferen itu nyaris sembilan kali lipat lebih besar dibanding anggaran belanja Bitcoin pada periode yang sama. Yang membuat transaksi sepekan terakhir ini berbeda bukan ketiadaan aksi beli kripto, melainkan alokasi likuiditas yang kini terbagi ke dua arah.
Sembilan Kali Lipat untuk Saham Sendiri
Pembelian 250 koin ini membawa total simpanan Strategy menjadi 848.250 BTC. Seluruh portofolio kripto itu dibeli dengan total biaya $64 miliar termasuk komisi, setara harga rata-rata sekitar $75.450 per keping. Michael Saylor mengonfirmasi posisi kas terbaru lewat akun pribadinya di X: "848,250 BTC dan sekitar $5,5 miliar aset dolar AS per 11 Oktober."
Struktur pendanaan untuk akuisisi Bitcoin mengikuti skema spesifik. Perusahaan memanfaatkan penjualan saham biasa MSTR senilai $21 juta untuk menutup sebagian besar akuisisi 250 BTC, sementara sisa $500 ribu diambil langsung dari kas. Di sisi lain, dana $192,4 juta untuk buyback saham preferen STRC ditarik dari alokasi terpisah. Program buyback saham preferen masih menyisakan plafon $354,8 juta yang belum terpakai.
Langkah memprioritaskan STRC bukan hal baru. Pada pekan sebelumnya, tepatnya per 20 September, Strategy juga menghabiskan $174 juta untuk memborong kembali saham STRC, sementara belanja Bitcoin hanya menyerap $75,7 juta untuk 950 BTC. Pola dua pekan berturut-turut ini memperlihatkan fokus manajemen dalam meredam beban saham preferen di pasar.
Laju Akumulasi yang Mulai Melambat
Di balik angka kepemilikan yang terus membesar, laju akumulasi Bitcoin Strategy sebenarnya mengalami perlambatan nyata. Sepanjang kuartal ketiga 2026, total simpanan koin perusahaan hanya tumbuh tipis 0,2%. Sepanjang kuartal itu, Strategy membeli 7.218 BTC tetapi juga melepas 5.553 BTC ke pasar.
Kondisi kas perusahaan terbagi tegas ke dalam dua pos berbeda. Saldo USD Reserve tercatat sebesar $4,88 miliar, dialokasikan khusus untuk membayar dividen saham preferen dan bunga utang. Di pos lain, dana USD Cash tersisa $640,5 juta untuk keperluan umum serta pembelian Bitcoin berikutnya. Otorisasi buyback untuk saham biasa MSTR senilai $1 miliar juga masih utuh tanpa ada realisasi pembelian pada periode ini.
Opsi Menjual Aset Demi Dividen
Tuntutan likuiditas untuk menopang struktur keuangan ini memunculkan skenario baru. Strategy mengusulkan agar perhitungan dividen saham preferen menggunakan basis 365 hari setahun. Selain itu, perusahaan membuka opsi menjual hingga $1,25 miliar Bitcoin dalam kerangka digital credit capital.
๐ Baca JugaSaylor Tebar Kode Beli Bitcoin Baru - Padahal Belanja Saham Preferen Enam Kali Lipat Anggaran Kriptonya
Bagi pelaku pasar kripto, dinamika ini memberi gambaran realistis: Strategy bukan lagi pembeli searah yang terus menambah aset tanpa menjual. Ketika kewajiban dividen dan restrukturisasi modal menuntut likuiditas tunai, perusahaan publik pemilik Bitcoin terbesar ini harus menjaga keseimbangan neraca keuangannya sendiri.
Dilansir dari Cointelegraph.
Baca juga: Apa Itu Bitcoin Halving?
Sebelumnya: Saylor Tebar Kode Beli Bitcoin Baru - Padahal Belanja Saham Preferen Enam Kali Lipat Anggaran Kriptonya
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




