Analisis BitcoinTreasuries.NET pada 28 Agustus 2026 memperkirakan bahwa perdagangan saham preferen bersandi SATA mencetak dana yang cukup untuk memborong 1.192 BTC dalam pekan ini. Pada dua jam pertama perdagangan Jumat saja, pelacak portofolio itu mencatat adanya tambahan kapasitas pendanaan setara 100 keping koin baru.
Kalkulasi itu melengkapi laporan aksi korporasi yang baru saja diumumkan perusahaan. Dokumen Form 8-K ke regulator sekuritas pada 24 Agustus mengonfirmasi Strive telah membelanjakan $81,5 juta untuk menyapu 1.110 BTC antara periode 17-21 Agustus, pada harga rata-rata $73.409 per keping termasuk biaya transaksi. Rangkaian belanja itu mengangkat total simpanan perusahaan dari 20.246 menjadi 21.356 BTC.
Mesin Uang yang Punya Syarat Ketat
Kecepatan akumulasi aset Strive bertumpu pada mekanisme pendanaan SATA (Variable Rate Series A Perpetual Preferred Stock) yang bergulir di bursa Nasdaq. Saham bernilai nominal $100 ini menawarkan imbal hasil 13% per tahun yang uniknya dibayarkan pada setiap hari kerja. Strive memiliki ruang gerak melalui program penawaran at-the-market dengan batas kapasitas $2,6 miliar khusus untuk penerbitan SATA, bersanding dengan plafon terpisah $2,55 miliar untuk saham biasa ASST.
Kendala akan muncul manakala harga saham turun di bawah standar minimal. Manajemen menolak menerbitkan saham SATA baru saat valuasinya jatuh di bawah $100, demi menjaga nilai kepemilikan para pemegang saham preferen awal dari efek dilusi. Aturan ketat ini berdampak besar pada Juni lalu saat harga saham SATA merosot ke level $79,01, membuat jalur penerbitan pendanaan baru tersumbat total selama beberapa minggu berturut-turut. Jalur permodalan ini kembali normal pada 21 Agustus ketika harga saham akhirnya menyentuh posisi $100,01.
Membayangi Pemain Besar Tanpa Utang
Strategi pendanaan harian itu memperbesar ukuran brankas korporasi sebesar 184% jika dihitung sejak November 2025. Perusahaan yang awalnya hanya bermodalkan 7.525 keping Bitcoin kini mencatatkan penambahan 13.831 BTC baru. Angka dari pelacak portofolio menempatkan Strive di peringkat ketujuh pemegang kripto korporasi publik terbesar dunia. Mereka telah menyalip cadangan 18.712 BTC milik SpaceX, dan pelan tapi pasti mendekati porsi 22.000 koin milik Bullish.
Rentetan pembelian tanpa henti ini tidak dibayar dengan mempertaruhkan kesehatan neraca perusahaan. CEO Matthew Cole menegaskan perusahaannya kini beroperasi murni bebas utang, tanpa adanya syarat kewajiban margin, dan tidak ada satu pun koin Bitcoin yang statusnya digadaikan ke pihak lain.
๐ Baca Juga12 Tahun Kepergian Hal Finney - Penerima 10 BTC Pertama yang Dibekukan di Fasilitas Kriopreservasi
Apa yang Belum Kita Ketahui
Penting digarisbawahi bahwa tambahan estimasi 1.192 BTC di pekan terakhir Agustus adalah murni kalkulasi pihak luar yang memantau pergerakan saham. Strive belum menyerahkan laporan pengajuan dokumen Form 8-K susulan untuk aktivitas pembelian periode 24-28 Agustus. Angka riil dari jumlah koin yang masuk ke dompet perusahaan baru bisa dipastikan begitu dokumen keterbukaan resmi dirilis ke publik.
Dilansir dari crypto.news.
Baca juga: Apa Itu Bitcoin Halving?
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




