Harga Bitcoin baru saja menembus kembali level $80.000 pada Jumat, 19 September 2026. Kenaikan 6% dalam 24 jam ini terjadi usai pasar mencerna tekanan The Fed dan buntunya pengesahan RUU CLARITY Act. Tepat di tengah volatilitas ini, investor Jason Calacanis merilis “surat kematian” untuk mata uang kripto nomor satu ini.
Calacanis membeberkan sejumlah alasan ia pesimis. Ia berargumen Bitcoin gagal membuktikan diri sebagai alat transaksi maupun platform kontrak pintar. Calacanis menyoroti pengalaman pengguna yang ia nilai masih menakutkan bagi orang awam, sehingga sulit memicu adopsi massal baru.
“Bitcoin terasa seperti kaset CD di era Spotify, atau DVD di era Netflix,” tulis Calacanis. Menurutnya, inovasi ini tidak lagi menarik imajinasi publik. Para pendukung fanatik yang dulunya seperti bajak laut pemberontak, kata dia, kini berubah wujud jadi eksekutif berjas dengan dasi oranye.
Bagi Calacanis, lambatnya inovasi utilitas adalah sinyal mati. “Jika Bitcoin memang ditujukan untuk mencapai adopsi massal dan memiliki kasus penggunaan penting, yang bisa dilakukannya lebih baik dari siapa pun, hal itu seharusnya sudah terjadi sekarang,” tegasnya.
Fokus Jaga Kekayaan, Bukan Pesta Makan Malam
Pandangan miring itu langsung dijawab Michael Saylor. Figur utama di balik adopsi institusional Bitcoin ini menepis argumen soal mandeknya utilitas. Saylor mengingatkan sang podcaster sebenarnya sudah mengamati pertumbuhan ekosistem ini sejak 2011.
“Ini sekarang adalah kesuksesan $1,6 triliun dan aset digital paling berharga di dunia,” balas Saylor.
Saylor memaparkan tesis utamanya: Modal Digital atau “Digital Capital” adalah aplikasi pembunuh sesungguhnya. Ia menolak standar bahwa aset ini harus tampil memukau layaknya produk teknologi konsumer. Bagi Saylor, fungsi perlindungan nilai aset punya tingkat kepentingan tersendiri yang sering diabaikan para pengkritik.
“Menjaga kekayaan melintasi generasi adalah ambisi yang lebih besar daripada sekadar menghibur di sebuah pesta makan malam,” sindir Saylor membalas.
๐ Baca JugaKevin O’Leary Targetkan Bitcoin $1 Juta - Tapi Komputer Kuantum Masih Menahan Modal Institusi
Pola Lama yang Terus Berulang
Konflik terbuka dua figur ini meletup persis saat pasar kembali mencari arah di atas level $80.000. Adu argumen Saylor dan Calacanis mencerminkan narasi lama yang mengadu kelompok banteng dan pihak skeptis setiap kali pergerakan harga Bitcoin mulai volatile.
Kubu Calacanis mengukur adopsi dari kecepatan transaksi harian dan kemudahan aplikasi ritel. Di seberangnya, kelompok Saylor melihat kestabilan protokol penyimpanan aset bernilai makro sebagai pencapaian utamanya. Saat harga bergerak ekstrem, kedua cara pandang ini selalu kembali bertabrakan.
Dilansir dari CoinDesk.
Baca juga: Apa Itu Bitcoin Halving?
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




