Sebanyak 172.113 trader terkena likuidasi dalam kurun 24 jam terakhir setelah posisi leverage senilai $803 juta ditutup paksa di sepuluh bursa kripto. Data CoinGlass mencatat 86% dari total likuidasi itu, setara $694 juta, merupakan posisi long milik pelaku pasar yang bertaruh pada kenaikan harga. Anomali paling mencolok justru datang dari instrumen ekuitas: nilai likuidasi pada token saham SanDisk tercatat lebih besar dibanding XRP, menandakan tingginya leverage pada sektor chip yang kini merambah bursa kripto.
Pemicu aksi jual ini bukan berasal dari kabar internal aset digital, melainkan pelemahan tajam di bursa saham Asia.
Kejatuhan Saham Chip Memori di Seoul
Tekanan bermula dari bursa Korea Selatan. Saham dua produsen semikonduktor, Samsung Electronics dan SK Hynix, masing-masing anjlok sekitar 8% di Seoul akibat kekhawatiran valuasi sektor kecerdasan buatan (AI) serta persaingan ketat dari produsen chip memori China. Indeks acuan KOSPI merosot lebih dari 6% dalam perdagangan intraday dan sempat menembus ke bawah level 6.000, titik terendah sejak akhir Juli.
Pelemahan menjalar ke bursa kawasan lain. Indeks Hang Seng di Hong Kong turun 0,4%, sementara kontrak berjangka Nasdaq turun 0,6% melanjutkan pelemahan 0,78% pada hari Senin. Di pasar makro, Dollar Index bertahan di kisaran 102,50, level tertinggi sejak April tahun lalu. Pada saat yang sama, harga minyak mentah WTI berada di sekitar $92,67 per barel dan Brent menyentuh $106 setelah reli tiga hari berturut-turut yang dipicu serangan di Arab Saudi serta ancaman terhadap Selat Hormuz. Reli komoditas energi ini membuat para short seller Brent merugi, bertolak belakang dengan posisi aset lain yang mayoritas tertekan.
Guncangan Kilat Lima Belas Menit di Pasar Bitcoin
Pasar kripto sempat terseret penurunan global itu. Menurut data akun @WatcherGuru di X, harga Bitcoin sempat jatuh ke bawah $82.000 dan memicu likuidasi posisi long senilai $120 juta hanya dalam rentang waktu 15 menit. Penurunan cepat ini memangkas posisi spekulatif para trader yang memasang leverage tinggi.
Namun tekanan jual itu segera mereda. Harga Bitcoin pulih kembali ke atas $83.000, memperlihatkan tanda decoupling atau pelepasan korelasi dari pelemahan saham Asia. Pemulihan ini menjaga struktur harga pasar spot tetap bertahan di tengah guncangan bursa saham eksternal.
Antisipasi Data Inflasi dan Lindung Nilai Institusi
Fokus pelaku pasar kini tertuju pada rilis laporan indeks harga konsumen (CPI) Amerika Serikat pada hari Kamis sebagai katalis penggerak berikutnya. Proyeksi dari Truflation memperkirakan inflasi tahunan AS untuk bulan September naik ke level 3,6%. Angka itu menjadi perhatian utama karena berpotensi mempengaruhi arah kebijakan suku bunga.
๐ Baca JugaETF AS Kehilangan $681 Juta tapi Bitcoin Balik ke $84.000 - Satu Dompet Misterius Malah Tukar BTC ke ETH
Menghadapi ketidakpastian makro, Paul Howard dari Wincent memperkirakan investor institusi akan menambah lindung nilai melalui pasar derivatif daripada mengurangi eksposur kripto inti mereka. Bagi para trader harian, besarnya likuidasi pada token SanDisk memberi pelajaran berharga: risiko pasar saham teknologi kini bisa menguapkan modal di akun kripto dalam hitungan jam.
Dilansir dari CoinDesk.
Baca juga: Cara Membaca Candlestick untuk Pemula
Baca juga: Ketenangan Bitcoin Setara Nvidia - Tapi Catat 10 Guncangan Ekstrem 3-Sigma Sepanjang 2026
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




