Bitcoin kembali diperdagangkan di atas $84.000 pada 12 Oktober 2026, bertahan meski produk ETF spot di Amerika Serikat mengalami penarikan modal besar pekan lalu.
Data SoSoValue menunjukkan ETF Bitcoin spot AS mencatat arus keluar $681 juta pekan lalu - penarikan mingguan tertinggi sejak Juni. Sebagian besar arus keluar terjadi pada Rabu dan Kamis (7-8 Oktober). CEO Giottus Exchange Vikram Subburaj menilai arus keluar ETF masih fluktuatif, dan penarikan pada 7-8 Oktober menandakan sentimen institusional yang berhati-hati.
Namun alih-alih merosot, harga Bitcoin berbalik naik dan mendorong sebagian besar pasar kripto ikut menguat.
Sembilan dari Sepuluh Aset Teratas Ikut Menguat
Analis BitDelta India Purvang Mashru mencatat pemulihan meluas ke aset digital utama, dengan sembilan dari sepuluh aset teratas menguat dalam 24 jam terakhir.
Avalanche memimpin kenaikan altcoin dengan lonjakan 5,1% ke $10,91. Chainlink naik 2,4% ke $13,35, sementara Solana menguat 1,2%. Aset berkapitalisasi besar lain seperti BNB, XRP, Dogecoin, dan Cardano juga kompak membukukan kenaikan.
Pelaku pasar kini menandai $82.000 sebagai level support kunci yang wajib dipertahankan untuk menghindari penurunan lebih dalam jika tekanan jual kembali datang.
Manuver Dompet Misterius Menukar BTC ke ETH
Di tengah upaya Bitcoin mempertahankan posisinya, data on-chain Lookonchain menangkap transaksi kontras dari satu pemilik modal besar. Sebuah dompet misterius menjual 410,14 BTC senilai $34,16 juta di bursa Hyperliquid.
Pemilik dompet itu tidak memindahkan hasil penjualannya ke uang tunai. Dana itu langsung dipakai untuk membeli 14.341 ETH senilai $36,14 juta melalui DEX. Transaksi rotasi itu dieksekusi saat harga ETH berada di kisaran $2.555-$2.563 per keping.
Tekanan Yield Obligasi dan Sinyal Geopolitik yang Kontras
Imbal hasil obligasi Treasury AS menyentuh level tertinggi 24 tahun sepanjang pekan yang berakhir 9 Oktober, menahan minat risiko di pasar global.
๐ Baca JugaAwal Oktober Sempat Dibuka Inflow $292 Juta - ETF Kripto Utama AS Kini Berbalik Merah
Pasar komoditas juga bergerak fluktuatif. Kontrak berjangka minyak mentah WTI turun 1,8% ke $90,28 pada awal pekan, membalikkan lonjakan harga pada Kamis sebelumnya.
Ketidakpastian geopolitik menambah keraguan pasar setelah Donald Trump mengklaim kesepakatan gencatan senjata energi Rusia-Ukraina. Namun Presiden Volodymyr Zelensky menyatakan pihak Ukraina tidak dikonsultasikan, sementara serangan militer Rusia ke jaringan energi Ukraina tetap berlanjut di lapangan.
Katalis makro utama berikutnya kini tertuju pada rilis data inflasi AS (CPI) pada 14 Oktober mendatang. Bagi para pedagang, bertahannya Bitcoin di atas level support $82.000 menjadi patokan utama sebelum data inflasi menentukan kelanjutan tren pasar.
Dilansir dari CoinDesk.
Baca juga: Cara Membaca Candlestick untuk Pemula
Baca juga: Awal Oktober Sempat Dibuka Inflow $292 Juta - ETF Kripto Utama AS Kini Berbalik Merah
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




