Hakim federal Andrew Carter memutuskan menangguhkan kasus perdata Komisi Perdagangan Berjangka Komoditi (CFTC) terhadap Gannon Ken Van Dyke. Terdakwa bukan warga sipil biasa, melainkan prajurit aktif Angkatan Darat AS dengan pangkat Special Forces Master Sergeant. Ia mengantongi keuntungan $409.881 dari Polymarket berbekal informasi operasi militer rahasia negaranya sendiri.
Van Dyke masuk dalam tim perencana dan pelaksana Operasi Absolute Resolve, misi militer Amerika Serikat yang berujung pada penangkapan Maduro pada Januari 2026. Departemen Kehakiman AS (DOJ) menyebut ia menggunakan informasi material nonpublik dari pekerjaannya untuk memasang taruhan yang menguntungkan diri sendiri.
Modal VPN dan Taruhan Jitu
Van Dyke membuat akun Polymarket pada 26 Desember 2025. Ia memakai VPN dengan titik keluar di luar negeri untuk mengakses platform prediksi ini. Dalam rentang waktu antara 27 Desember hingga 2 Januari, ia menghabiskan dana $33.934 untuk 13 transaksi. Targetnya spesifik: ia memborong lebih dari 436.000 saham kontrak di pasar yang memprediksi mundurnya Maduro.
Pilihan taruhannya sejalan dengan rencana operasi militer sesungguhnya. Ia menempatkan uang pada opsi apakah Maduro akan lengser sebelum 31 Januari, apakah pasukan AS bakal masuk ke wilayah Venezuela, dan peluang Trump menggunakan kewenangan perangnya di sana. Kontrak ini selesai dengan status menang bagi Van Dyke setelah Maduro ditangkap pada 3 Januari.
Upaya Menghapus Jejak
Sadar aksinya rawan terendus, Van Dyke memindahkan hasil kemenangannya. Dana itu ia alihkan ke brankas kripto luar negeri, bursa pertukaran, dan akun broker baru. Begitu laporan mengenai aktivitas mencurigakan ini beredar, ia bahkan meminta Polymarket menghapus akunnya.
Kejadian ini mencetak sejarah bagi penegakan hukum AS sebagai preseden pertama kasus perdagangan orang dalam di pasar prediksi. Polymarket sendiri telah melaporkan hampir 100 dompet kripto kepada otoritas. Langkah ini diambil setelah peneliti mendeteksi aktivitas mencurigakan dari $200 juta volume perdagangan selama paruh pertama tahun 2026.
📌 Baca JugaCLARITY Act Mandek di Tengah Jalan - Peluang Sah 2026 Sisa 25 Persen
Berlindung di Balik Status Hukum
CFTC telah melayangkan gugatan perdata sejak bulan April atas dugaan perdagangan kontrak. Di sisi lain, DOJ membawa daftar tuduhan pidana berlapis yang mencakup pelanggaran penggunaan informasi pemerintah rahasia, pencurian informasi nonpublik, penipuan komoditas, penipuan transfer, dan transaksi moneter ilegal.
Di pengadilan, Van Dyke menyatakan dirinya tidak bersalah. Ia mengajukan mosi untuk membatalkan dakwaan kriminalnya. Salah satu argumen yang dipakai bertumpu pada celah aturan, yakni bahwa status hukum kontrak acara di Polymarket sebagai instrumen swap masih terbilang ambigu. Sidang kriminal untuk menentukan nasib perwira ini diperkirakan baru akan digelar pada akhir 2026 atau awal 2027.
Dilansir dari crypto.news.
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




