Tether mendapatkan status “unqualified opinion” dari firma akuntansi KPMG untuk laporan keuangan tahun 2025 mereka. Opini tanpa pengecualian ini merupakan hasil tertinggi dalam standar akuntansi keuangan, sekaligus menandai audit penuh pertama dalam sejarah perusahaan sejak awal berdiri pada 2014. Merespons pencapaian ini, manajemen Tether menyebut langkah ini sebagai “audit perdana terbesar dalam sejarah”.
Bukan Sekadar Pemeriksaan Kertas
Selama sebelas tahun terakhir, Tether hanya menerbitkan attestasi kuartalan. Attestasi ini sebatas ulasan ringan atas kepemilikan cadangan pada satu titik waktu, bukan pemeriksaan total. Namun dalam audit KPMG ini, pemeriksa membongkar seluruh pembukuan Tether.
Ruang lingkup pemeriksaan mencakup daftar panjang: menelusuri aset dan liabilitas, memeriksa arus kas dan pendapatan, hingga membedah sistem operasional internal. Seluruh catatan transaksi, kelayakan para rekanan bisnis (counterparty), serta seluruh dokumentasi pendukung ikut diuji berlapis.
Satu detail pemeriksaan menunjukkan ketatnya audit ini. Kumpulan auditor KPMG menolak mengandalkan laporan ketersediaan barang dari pihak kustodian untuk cadangan emas perusahaan. Mereka turun langsung memeriksa dan menghitung fisik dari setiap batang emas yang tersimpan di brankas Tether.
Bagi perusahaan pimpinan CEO Paolo Ardoino, audit bersih dari Big Four ini menutup jejak hukum lama mereka. Pada 2021, Tether harus membayar biaya penyelesaian $18,5 juta kepada kejaksaan New York akibat menyajikan data cadangan yang keliru. Di tahun yang sama, otoritas CFTC menjatuhkan denda terpisah sebesar $41 juta. Ardoino menegaskan hasil audit ini menjadi bukti telak untuk melawan rentetan klaim palsu, kebohongan kompetitor, serangan politik, dan liputan keliru yang menargetkan mereka selama beberapa tahun.
Amunisi Menantang Aturan Amerika
Di luar status audit, neraca keuangan Tether beroperasi seperti mesin uang mandiri. Laporan kuartal kedua mereka mencatat laba $1,5 miliar. Portofolio kepemilikan obligasi pemerintah AS (US Treasury) milik Tether kini bahkan melampaui jumlah cadangan sebagian besar negara di dunia.
๐ Baca JugaTether Tuntaskan Audit Penuh Pertama Sejak 2014 - KPMG Sampai Hitung Fisik Tiap Batang Emas
Kombinasi kas tebal dan kejelasan audit ini menjadi modal Tether untuk masuk pasar Amerika Serikat. Mereka meluncurkan lini stablecoin domestik baru dan melakukan pendekatan intensif ke pihak regulator berlindung di bawah kerangka aturan GENIUS Act.
Manuver ini mengubah dinamika pasar stablecoin. Bagi Circle sebagai penerbit USDC, pencapaian lawannya jadi ancaman berat. Selama ini, Circle merawat citra sebagai alternatif transparan yang taat regulasi untuk membedakan diri dari Tether. Ketika Tether mengamankan audit penuh dari firma elite, nilai jual eksklusif Circle luntur tergerus arus utama.
Dilansir dari Decrypt.
Baca juga: Apa Itu DeFi (Decentralized Finance)?
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




