📅 Rabu, 29 Juli 2026 · --:-- WIB Ikuti kami
Ecosystem
ID
Tether Masuk Pasar Modal Afrika Timur - Bawa USDT Jadi Lapisan Penyelesaian Bursa Kenya

Tether Masuk Pasar Modal Afrika Timur - Bawa USDT Jadi Lapisan Penyelesaian Bursa Kenya

Penerbit stablecoin bernilai $184 miliar, Tether, resmi melebarkan sayap ke pasar modal Afrika Timur. Perusahaan ini menandatangani nota kesepahaman dengan Nairobi Securities Exchange (NSE) Kenya, sebuah langkah strategis untuk mengawinkan likuiditas pasar kripto dengan operasional bursa efek tradisional.

Ruang lingkup kesepahaman ini melampaui batas sekadar program edukasi aset digital bagi pelaku pasar lokal. Tether dan bursa Nairobi sepakat untuk bersama-sama mengeksplorasi pembangunan infrastruktur pasar yang berjalan di atas jaringan blockchain. Fokus utamanya adalah memfasilitasi penerbitan dan tokenisasi aset nyata (RWA).

Membawa Hadron ke Bursa Nairobi

Untuk memuluskan rencana ini, Tether mendorong pemakaian platform tokenisasi mereka sendiri yang bernama Hadron. Melalui payung kesepakatan ini, kedua belah pihak akan menjajaki potensi platform Hadron sebagai mesin utama untuk penerbitan sekaligus perdagangan efek yang ditokenisasi.

Lewat model ini, instrumen investasi konvensional yang diperdagangkan di bursa Kenya kelak bisa diterbitkan dalam wujud token digital di jaringan blockchain. Format on-chain ini menawarkan efisiensi pembukuan waktu nyata yang mampu memangkas panjangnya rantai perantara dalam sistem penyelesaian bursa tradisional.

USDT Sebagai Lapisan Penyelesaian

Penerbitan efek berbasis token hanyalah satu sisi dari kemitraan ini. Bagian yang berpotensi membawa dampak paling besar adalah rencana untuk menjadikan USDT sebagai lapisan penyelesaian transaksi digital langsung di lingkungan bursa Nairobi.

Mengintegrasikan stablecoin terbesar di dunia ke dalam urat nadi sistem bursa akan membuka rute penyelesaian transaksi yang baru bagi investor. Tentu saja, implementasi lapisan penyelesaian ini harus dirancang agar tetap mematuhi dan sejalan dengan regulasi keuangan yang berlaku di wilayah hukum Kenya. Bila terwujud, penyelesaian transaksi jual beli saham atau obligasi tidak perlu lagi bersandar sepenuhnya pada jalur perbankan yang lambat.

Berebut Porsi di Pasar RWA $36,8 Miliar

Langkah Tether menembus pasar Kenya ini sejalan dengan derasnya arus modal yang masuk ke sektor aset nyata. Data pelacakan terbaru dari RWA.xyz menunjukkan bahwa sektor RWA on-chain - angka ini bahkan di luar peredaran stablecoin - kini bernilai sekitar $36,8 miliar.

10 Bank Eropa Kongsi Bangun Koperasi Blockchain - Transaksi €700 Juta Sudah Selesai Sebelum Diumumkan📌 Baca Juga10 Bank Eropa Kongsi Bangun Koperasi Blockchain - Transaksi €700 Juta Sudah Selesai Sebelum Diumumkan

Bila platform ini juga menghitung ekosistem stablecoin global yang menyentuh angka $298 miliar - mengingat sebagian pelaku pasar memandang uang fiat on-chain sebagai bentuk RWA yang paling mendasar - ukuran likuiditas pasarnya melonjak tajam. Likuiditas masif inilah yang kelak ingin disambungkan Tether ke bursa tradisional Nairobi.

Membangun ulang infrastruktur bursa efek sebuah negara menjadi sistem berbasis blockchain tentu bukan pekerjaan yang selesai dalam satu malam. Namun, bagi pasar berkembang seperti Afrika Timur, pintu menuju integrasi mulus antara aset digital dan instrumen konvensional kini telah resmi dibuka.

Dilansir dari Cointelegraph.

Baca juga: Apa Itu DeFi (Decentralized Finance)?


Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.

Gimana reaksimu?
Bagikan artikel ini:
📩 KABAR BITCOIN 1 MENIT

Berita kripto harian, langsung ke inbox

Ringkasan 1 menit untuk kamu yang selalu bergerak. Gratis, kapan saja bisa berhenti.

Total
0
Share