Antara 27 dan 29 Juni 2026, seorang figur berpengaruh di Solana bernama Ansem membagikan sekitar $7 juta - setara lebih dari Rp114 miliar - dalam bentuk token Black Bull (ANSEM) ke ribuan dompet Solana. Tujuannya sederhana: mendongkrak jumlah pemegang token dari sekitar 25.000 menuju target ambisius 1 juta dompet. Yang terjadi setelahnya jauh melampaui ekspektasi siapa pun.
Dari Meme Coin Biasa ke Kenaikan 26.000 Persen
Token yang awalnya cuma meme coin biasa terbitan Pump.fun ini melonjak sampai sekitar 26.000 persen hanya dalam sepekan, mendorong kapitalisasi pasarnya menembus $56 juta di awal Juli. Jumlah pemegang token meroket melewati 100.000, bahkan sempat menyentuh 110.000-an - sebuah lonjakan 235 persen dalam tujuh hari yang langsung menarik perhatian bursa-bursa seperti MEXC dan BingX untuk buru-buru mencatatkan token ini. ANSEM bahkan disebut ikut mendorong lonjakan pengguna aktif jaringan Solana hingga 77 persen. Tapi di balik euforia itu, analis mengingatkan token ini tak punya produk, tim resmi, roadmap, atau sumber pendapatan apa pun - nilainya sepenuhnya bergantung pada momentum sosial dan sejauh mana Ansem terus terlibat mempromosikannya.
Popularitasnya Langsung Dibajak Penipu
Secepat token ini viral, secepat itu pula muncul versi jahatnya. Sebuah situs bernama blackbullsolclaim(.)pro meniru tampilan proyek asli Black Bull dan menjanjikan korban bisa “mengklaim” sampai 10 juta token ANSEM lewat “airdrop resmi.” Begitu pengguna menekan tombol klaim dan menghubungkan dompet Phantom, Solflare, Jupiter, atau Ledger mereka, skrip drainer otomatis aktif dan langsung menguras seluruh isi dompet ke alamat milik penjahat siber - tanpa ada cara untuk membatalkan transaksi yang sudah dikonfirmasi di blockchain.
Kasus ANSEM jadi contoh nyata betapa cepatnya kesuksesan sebuah token bisa berubah jadi ladang baru bagi penipu. Popularitas asli - dalam hal ini airdrop sungguhan senilai miliaran rupiah dari figur yang dikenal luas - justru dimanfaatkan sebagai kedok paling meyakinkan untuk menjebak korban baru. Bagi siapa pun yang tergiur ikut arus FOMO token yang sedang viral, aturan lamanya tetap berlaku: proyek asli tidak pernah butuh kamu menghubungkan dompet ke situs tak resmi demi “verifikasi” sebuah airdrop.
📌 Baca JugaRibuan Dompet Pemburu Airdrop Ditendang Sebelum Sempat Klaim - ‘Filter Sybil’ Ini Diam-Diam Mengintai
Dilansir dari PCrisk.
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




