Upaya membentengi Bitcoin dari peretasan masa depan mulai menunjukkan hasil. Peneliti StarkWare Avihu Levy baru saja merampungkan uji coba transaksi tahan-kuantum eksperimental langsung di atas mainnet Bitcoin. Eksperimen yang dinamakan skema Quantum Safe Bitcoin (QSB) ini membuktikan perlindungan tingkat lanjut sudah bisa berjalan di jaringan utama.
Skema QSB bekerja dengan memadukan tanda tangan satu kali berbasis hash dan metode pencarian komputasional yang mengikat otorisasi ke sebuah transaksi spesifik. Mekanisme pengamanan lapis kedua mendatangkan pengorbanan besar di sisi efisiensi.
Tiap transaksi QSB menghabiskan waktu berjam-jam untuk dikonfirmasi dan menguras biaya $150 hingga $200. Akibat lambat dan memakan biaya tinggi, temuan Levy saat ini ditujukan sebagai langkah darurat ketimbang solusi praktis harian.
Proposal SHRINCS Pangkas Ukuran 13 Kali Lipat
Pada 27 Agustus, Blockstream ikut mengajukan Bitcoin Improvement Proposal (BIP) untuk memperbarui jaringan lewat skema tanda tangan SHRINCS. Proposal baru menyasar masalah utama dari sistem kriptografi generasi mendatang, yaitu beban ukuran data.
SHRINCS memangkas ukuran tanda tangan post-quantum berbasis hash hingga 13,23 kali lipat. Efisiensi akhirnya masih jauh tertinggal dibandingkan standar jaringan hari ini karena tanda tangan cetakannya tetap sembilan kali lebih besar dibanding ukuran transaksi normal Bitcoin.
Jonas Nick dari Blockstream Research memandang karya timnya sebagai proposal konkret pertama untuk skema tanda tangan post-quantum yang dirancang khusus untuk Bitcoin. Nick mengakui sistemnya bukan pilihan optimal di semua lini, tapi mengklaim SHRINCS menawarkan kompromi terbaik di antara deretan opsi yang tersedia hari ini.
Skeptisisme di Tengah Akselerasi
Munculnya pengujian QSB dan proposal SHRINCS mencerminkan akselerasi nyata dari komunitas pengembang Bitcoin guna menghadapi ancaman komputasi kuantum di masa depan.
๐ Baca JugaSaylor Lempar Sinyal “We’re Back” - Strategy Siap Lepas Cadangan $5,1 Miliar Setelah Dua Bulan Puasa Beli
Sikap waspada urung menjangkiti semua pihak. Skeptisisme tetap mendominasi di kalangan Bitcoiner soal seberapa dekat ancaman kuantum sesungguhnya bisa menembus jaringan. Kendati waktu kedatangan bahaya masih terus diperdebatkan, langkah pengamanan darurat sudah mulai dikerjakan hari ini.
Dilansir dari Cointelegraph.
Baca juga: Apa Itu Bitcoin Halving?
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




