Sebuah kasus pencucian uang dari era keemasan pasar gelap internet baru saja menemui titik akhir. Satuan Investigasi Keuangan Avon and Somerset Police Inggris mengamankan 20,21 BTC beserta aset digital lain dan uang fiat dengan total valuasi kepolisian di angka ยฃ1,032 juta atau sekitar $1,4 juta. Angka penyitaan ini tercatat sebagai yang terbesar bagi satuan wilayah itu sejak aturan pembekuan dompet kripto tersedia pada April 2024.
Target utamanya ternyata sudah tidak ada. Orang yang menjadi subjek investigasi ini sebelumnya divonis atas kasus pencucian uang dan kini telah meninggal dunia. Pengadilan baru mengetuk palu persetujuan perampasan aset pada 2026, setelah aparat memastikan harta itu bersumber dari tindak kriminal masa lalu. Pihak kepolisian tidak mengungkap nama tersangka lain yang mungkin terlibat.
Jejak Digital ke Era AlphaBay dan Dream Market
Aset yang disita membawa detektif kembali ke periode 2016 sampai 2019. Melalui metode pelacakan khusus, analis keuangan menemukan aliran dana bermuara dari beberapa platform darknet yang aktif pada kurun waktu itu. Semua platform perantara barang gelap itu kini sudah ditutup oleh aparat hukum lintas negara.
Polisi tidak merinci pasar mana yang dipakai pelaku. Namun rentang waktu operasinya bertepatan dengan tiga pemberantasan darknet terbesar: penutupan AlphaBay pada Juli 2017 oleh koalisi internasional, pembongkaran Hansa yang sempat dioperasikan diam-diam oleh polisi Belanda sebulan sebelum ditutup, serta kejatuhan Dream Market pada 2019.
Karena harga Bitcoin bergerak liar, nilai riil aset itu hari ini lebih tinggi dari taksiran polisi saat penyitaan. Pada harga pasar di kisaran $77.570, kumpulan 20,21 BTC itu sendiri setara $1,57 juta.
Saksi Bisu Bernama Blockchain
Kematian pelaku utama tidak menghentikan aparat menelusuri uangnya. Menurut Detektif Constable Anthony Davis, sifat dasar blockchain yang menyimpan catatan transaksi permanen justru menjadi sumber bukti sangat berharga bagi penyelidik.
๐ Baca JugaBerlin Tolak Tebusan 30 Bitcoin - Imbasnya 6 Terabyte Data Rahasia Menunggu Dibocorkan
Kasus ini menyoroti wewenang baru aparat Inggris Raya. Undang-undang baru memungkinkan polisi membekukan aset kripto walau tanpa harus melakukan penangkapan. Aturan ini bahkan memberi celah untuk menghancurkan kripto berfokus privasi, apabila mengedarkannya kembali dinilai tidak berpihak pada kepentingan publik. Seluruh dana hasil perampasan di bawah Proceeds of Crime Act ini selanjutnya dapat dialihkan ke program pendidikan, pelatihan, dan pencegahan kejahatan di masyarakat.
Uang dari pasar gelap masa lalu itu kini ditarik kembali ke tangan negara. Rekam jejak on-chain rupanya berumur jauh lebih panjang dari pelakunya. Dilansir dari crypto.news.
Baca juga: AI OpenAI dan Anthropic Sukses Retas Perusahaan Nyata - Ratusan Lembaga Buat Peringatan Darurat
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




