Jalur informasi berbayar kembali menyeret presiden ke meja hijau. The Intercept dan Freedom of the Press Foundation resmi menggugat Donald Trump, Trump Media & Technology Group, serta staf Gedung Putih Daniel Scavino dan Natalie Harp di Pengadilan Distrik AS Southern District New York pada Rabu, 13 Agustus 2026.
Akar masalahnya bermula dari Truth API yang diperkenalkan Trump Media pada Juli 2026. Layanan ini resmi dibuka untuk pelanggan institusional pada 1 Agustus. Dengan tarif langganan $60.000 hingga $100.000 per bulan, pelanggan mendapat akses feed latensi rendah ke postingan Trump di Truth Social.
Pembeli utamanya adalah firma high-frequency trading (HFT) yang memburu informasi sepersekian detik. Algoritma mereka dirancang untuk membaca data dan mengeksekusi order pasar hanya dalam hitungan milidetik. Trump Media mengaku sudah menandatangani lebih dari 10 perjanjian pelanggan dan menghasilkan pendapatan dari layanan ini.
Konstitusi dan Keunggulan Milidetik
Gugatan yang bertolak dari laporan Associated Press ini menyoroti bahaya asimetri informasi. Trump selama ini rutin mengumumkan keputusan federal, kebijakan luar negeri, hingga tarif lewat Truth Social. Semua pengumuman ini sudah terbukti mampu menggerakkan saham, nilai tukar mata uang, komoditas, dan aset digital.
Para penggugat mendalilkan dua pelanggaran konstitusi. Pertama, Amandemen Pertama: presiden tidak boleh memberi keuntungan kepada pelanggan berbayar berupa akses cepat ke pengumuman resmi pemerintah, sementara publik mendapat informasi lebih lambat. Kedua, Amandemen Kelima: pemerintah dilarang meletakkan syarat finansial pada akses ke fasilitas publik, termasuk informasi kepresidenan.
Trump memiliki ikatan finansial yang erat dalam struktur ini. Donald J. Trump Revocable Trust menguasai sekitar 41% saham Trump Media, dengan Trump sebagai settlor dan penerima manfaat tunggal. Kepemilikan saham ini baru-baru ini tercatat bernilai di atas $1 miliar.
๐ Baca JugaMitra Kripto Morgan Stanley Gagal Dapat Izin Bank Nasional - Ujian Aslinya Ada di Gugatan 200 Celah Kepatuhan
Reaksi Washington dan Kasus Kalshi
Trump Media membantah tuduhan ini dengan menyamakan Truth API seperti layanan data berlangganan di industri media biasa. Namun, tekanan di Washington datang dari arah berbeda. Senator Elizabeth Warren dan Adam Schiff sebelumnya sudah meminta SEC menyelidiki apakah Truth API berkonflik dengan hukum sekuritas federal, meski SEC belum mengumumkan investigasi resmi.
Praktik meraup uang dari informasi lingkar kekuasaan juga baru saja diselidiki. Juli lalu, CFTC mengusut operator teleprompter Gedung Putih yang diduga mengantongi lebih dari $90.000 dari kontrak Kalshi dengan bermodal akses pada kata-kata pidato Trump.
Kabar dari presiden bisa langsung berimbas pada layar bursa. Ketika kebijakan pemerintah dijual sebelum terucap ke publik, keadilan pasar sedang diuji. Bagi firma trading, $100.000 per bulan adalah harga diskon untuk memastikan selalu menang start.
Dilansir dari crypto.news.
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




