Uber menyelesaikan uji coba pengelolaan kas treasury berbasis blockchain bersama HSBC dan Franklin Templeton, menghasilkan imbal hasil tambahan selama 1,5 hari sepanjang akhir pekan. Uji coba ini memanfaatkan jaringan blockchain Canton agar dana kas perusahaan tetap menghasilkan bunga di saat pasar keuangan konvensional berhenti beroperasi.
Pihak penyelenggara menegaskan batas penafsiran dari capaian ini: angka 1,5 hari merujuk pada durasi waktu kas menghasilkan imbal hasil ekstra, bukan persentase keuntungan 1,5% ataupun kenaikan suku bunga tahunan. Nilai nominal dana yang disetor Uber dalam pengujian ini juga tidak dibuka ke publik.
Pembeda utama dari eksperimen ini bukan besaran dana yang dialirkan, melainkan cara teknologi buku besar terdistribusi mengatasi jeda waktu operasional perbankan konvensional.
Bagaimana Kas Menghasilkan Bunga Saat Pasar Tutup
Dalam skema uji coba, Uber membeli instrumen investasi pada hari Kamis dan melikuidasinya kembali pada hari Minggu. Dana kas perusahaan memperoleh bunga ekstra karena posisi dana tetap terinvestasi di saat pasar keuangan konvensional sudah menutup aktivitas perdagangannya sejak Jumat sore.
Mekanisme transaksi berjalan dengan memanfaatkan deposito bank tertokenisasi milik HSBC untuk membeli produk reksa dana pasar uang tertokenisasi terbitan Franklin Templeton. Jaringan blockchain Canton bertindak memfasilitasi likuiditas sekaligus penyelesaian transaksi, didukung partisipasi dari Tradeweb serta Fireblocks.
Integrasi antara deposito dan reksa dana pasar uang tertokenisasi memungkinkan perpindahan kepemilikan aset serta eksekusi likuiditas berlangsung tanpa harus menunggu pembukaan jam kerja bank pada Senin pagi.
Jangkauan Enam Yurisdiksi dan Target 18 Bulan
Head of Global Liquidity HSBC Manish Kohli menyatakan bahwa uji coba bersama Uber membuktikan kesiapan teknis dari sistem yang dirancang. Menyusul hasil ini, HSBC berencana membuka akses layanan bagi nasabah korporasi di Amerika Serikat serta menambah opsi kemitraan dengan manajer investasi lain.
Layanan deposito tertokenisasi HSBC, Tokenised Deposit Service, saat ini sudah beroperasi di enam yurisdiksi: Hong Kong, Singapura, Luksemburg, Inggris, Amerika Serikat, dan Uni Emirat Arab. Infrastruktur ini mendukung tujuh mata uang, mencakup dolar AS (USD), euro (EUR), pound sterling (GBP), dolar Hong Kong (HKD), dolar Singapura (SGD), yuan luar negeri (CNH), dan dirham Uni Emirat Arab (AED).
๐ Baca JugaPolygon Bawa Open Money Stack ke Solana - Kirim Stablecoin Langsung Jadi Dolar di Bank
Dari sisi infrastruktur, CEO Fireblocks Michael Shaulov memproyeksikan ratusan korporasi global akan mengadopsi model manajemen kas berbasis blockchain dalam rentang waktu 18 bulan ke depan.
Bagi bendahara korporasi dan pengelola kas institusi, uji coba Uber membuktikan bahwa akhir pekan tidak lagi harus menjadi masa tunggu tanpa imbal hasil. Ketika instrumen perbankan dan reksa dana berpindah ke jaringan blockchain, waktu mengendap dana kas dapat berubah menjadi durasi yang tetap menghasilkan bunga.
Dilansir dari crypto.news.
Baca juga: Apa Itu DeFi (Decentralized Finance)?
Baca juga: Sony Konfirmasi Rencana Token SONEIUM - Jadwal Belum Diumumkan, Bidik Hak Cipta Musik hingga Anime
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




