Bitcoin merosot ke kisaran $77.000 tepat pada pembukaan perdagangan Wall Street, Jumat (30/10/2026). Penurunan ini membawa harga Bitcoin menyentuh titik terendah dalam lebih dari satu bulan terakhir, tepatnya sejak 18 September 2026.
Pergerakan di level $77.000 itu sekaligus mengunci catatan bulanan yang suram. Berdasarkan data CoinGlass, Bitcoin kini berada di jalur menutup Oktober 2026 dengan penurunan sebesar 7,7%. Angka ini menorehkan kinerja bulan Oktober terburuk bagi Bitcoin sejak tahun 2014.
Koreksi ini datang dari dua arah sekaligus. Tekanan jual di pasar kripto bergulir bersamaan dengan pelemahan di bursa saham Amerika Serikat dan ketidakpastian likuiditas dari dalam industri.
Kenapa Saham Teknologi Menyeret Kripto
Aksi jual di pasar kripto dipicu oleh pelemahan tajam bursa saham Wall Street. Sentimen investor tertekan menyusul panduan pendapatan kuartal IV yang mengecewakan dari sejumlah perusahaan teknologi besar. Penurunan di sektor teknologi dipimpin oleh kejatuhan saham Intel, yang nilainya terpangkas hampir 30% pada hari yang sama.
Tekanan di sektor teknologi menyeret indeks acuan Nasdaq Composite jatuh hingga 2,5% ke kisaran level 25.500. Posisi itu menjadi titik terendah bagi Nasdaq sejak 3 Agustus 2026. Aksi jual saham teknologi ini berlangsung seiring merebaknya kembali kekhawatiran pelaku pasar terhadap monetisasi infrastruktur kecerdasan buatan (AI).
Emas Tergelincir ke Titik Terendah Satu Tahun
Penularan risiko dari bursa saham Wall Street tidak hanya menimpa aset kripto, tetapi juga merembet ke komoditas logam mulia. Harga emas tercatat melemah hingga menyentuh $3.891 per troy ounce pada periode yang sama.
Posisi $3.891 per troy ounce merupakan level terendah harga emas dalam kurun satu tahun terakhir. Penurunan harga emas menegaskan bahwa aksi jual aset terjadi serentak di berbagai instrumen pasar finansial.
Sisa Beban Likuiditas Kasus Binance
Di samping guncangan dari pasar ekuitas dan komoditas, pasar kripto masih menanggung tekanan dari dalam ekosistem sendiri. Insiden pembobolan bursa Binance senilai $6,3 miliar yang terjadi sebelumnya terus memicu ketidakpastian likuiditas di berbagai meja perdagangan.
๐ Baca JugaChristine Lagarde Lepas Kursi Presiden ECB Lebih Cepat - Tinggalkan Euro Digital dan Penolakan atas Bitcoin
Kondisi pasar yang tertekan ini dirangkum oleh QCP Capital. Perusahaan perdagangan itu mencatat bahwa kombinasi kondisi makroekonomi, kekhawatiran seputar sektor teknologi, dan dampak pembobolan Binance telah menciptakan periode penyesuaian harga pasar yang intens bagi seluruh pelaku industri.
Bagi pelaku pasar kripto, kemerosotan harga hingga menyentuh $77.000 menunjukkan bahwa Bitcoin tidak kebal dari gejolak makroekonomi maupun kerentanan industri internal. Menghadapi periode penyesuaian harga yang masih intens, mencermati ketersediaan likuiditas menjadi langkah nyata sebelum mengambil keputusan portofolio.
Dilansir dari Cointelegraph.
Baca juga: Dua Pertiga Transaksi Kartu Dikuasai Pihak Luar - ECB Siapkan Digital Euro Meluncur 2029
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




