Rekonstruksi bytecode kontrak sweeper pada hot wallet Binance mengungkap detail teknis di balik pengurasan aset yang menimpa bursa kripto itu. Analisis teknis dari CyberSatoshi menunjukkan pelaku sengaja menyisakan tepat 1 ETH di dalam dompet sasaran. Langkah ini diambil agar antrean transaksi otomatis milik Binance tidak mengalami eror kehabisan gas, sehingga alarm pengawas internal tidak terpicu.
Temuan ini menarik perhatian pendiri Cardano Charles Hoskinson. Saat membagikan hasil rekonstruksi CyberSatoshi ke publik, Hoskinson memperingatkan keberadaan “kode yang sangat berbahaya” yang bekerja di balik penjarahan itu. Yang membuat metode ini berbahaya bukan sekadar kecepatannya, melainkan cara pelaku merancang kode agar sistem bursa tetap mengira semuanya berjalan normal.
Menghindari Galat Gas dan Daftar Hitam
Kontrak yang dijalankan pelaku bekerja dengan tingkat ketahanan tinggi terhadap hambatan transaksi. Pelaku menyematkan perulangan pemrosesan token berbasis panggilan tingkat rendah (low-level calls). Mekanisme ini menjaga eksekusi pemindahan aset tetap berjalan mulus, kendati ada aset tertentu yang gagal ditransfer atau telah dimasukkan ke dalam daftar hitam (blacklist). Kegagalan pada satu jenis token tidak membatalkan proses penarikan aset lainnya dalam rangkaian yang sama.
Ketelitian serupa diterapkan saat pelaku membidik dana di luar dompet utama. Lewat fungsi eksekusi kustom, alamat Binance 14 yang telah terkompromi dipakai untuk memanggil vault eksternal penyimpan 823 juta USDC. Kontrak vault itu memproses perintah pemindahan karena sistem mengenali alamat Binance 14 sebagai pengendali yang sah.
Jalur Cepat Delegasi EIP-7702
Selain merancang eksekusi kontrak yang tahan gangguan, peretas memanfaatkan arsitektur delegasi EIP-7702 di Ethereum. Fitur ini memberi kemampuan bagi akun dompet biasa (EOA) untuk mengeksekusi logika kontrak pintar. Melalui delegasi ini, pemindahan aneka aset dipadatkan ke dalam satu rangkaian operasi cepat yang memangkas waktu intervensi tim keamanan bursa.
Untuk memaksimalkan momentum, pelaku mengirimkan 50 otorisasi pra-tanda tangan (pre-signed authorizations) dengan penomoran transaksi (nonce) berurutan. Serangan dilancarkan tepat saat penghitung transaksi internal Binance sedang berubah aktif, memungkinkan puluhan instruksi penarikan diselesaikan sebelum sistem sempat merespons.
Kunci Privat yang Lebih Dulu Dikuasai
Peringatan Hoskinson mengenai bahaya kode ini sekaligus mengarahkan sorotan pada akar masalah yang sesungguhnya. Kendati delegasi EIP-7702 memungkinkan akun biasa menjalankan logika kontrak pintar, spesifikasi protokol Ethereum tetap mewajibkan tanda tangan kriptografis yang valid dari akun korban. Tanpa tanda tangan resmi, instruksi delegasi tidak dapat dieksekusi oleh jaringan.
๐ Baca JugaKunci Sertifikat eMudhra Bisa Dihitung Matematis - Teku dan Besu Tutup Celah Pembajakan Imbalan Validator
Kebutuhan tanda tangan valid itu mengindikasikan pelaku sudah lebih dulu menguasai private key mentah atau memegang akses penandatanganan tanpa batas pada infrastruktur Binance sebelum delegasi dijalankan. Bagi para pengamat dan pelaku industri, rekonstruksi ini menegaskan bahwa secanggih apa pun kontrak pintar mengecoh alarm transaksi, celah paling fatal tetap terjadi ketika kendali kunci privat lepas ke tangan pihak luar.
Dilansir dari crypto.news.
Baca juga: Cara Kerja Staking Kripto dan Risikonya
Sebelumnya: Hot Wallet Binance Dibobol Hingga $5,8 Miliar Lewat EIP-7702 - Penerbit Stablecoin Bekukan $2,5 Miliar
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




