Uni Eropa resmi mengesahkan Council Decision (CFSP) 2026/1847 pada Kamis, yang memblokir warga negara dan penduduk Belarus dari hak kepemilikan dan kendali manajemen di seluruh penyedia layanan kripto di bawah kerangka aturan MiCA. Keputusan hukum ini mulai berlaku pada 24 Juli, sementara perluasan ketentuan khusus yang menargetkan sektor kripto baru akan efektif berjalan mulai 25 Agustus 2026.
Langkah sanksi ini lahir sebagai respons langsung atas keterlibatan negara Belarus dalam perang yang dilancarkan Rusia terhadap Ukraina. Aturan ini memperluas sanksi sebelumnya yang hanya membatasi akses pada penyedia layanan dompet, akun, dan kustodi. Mulai akhir bulan Agustus nanti, sanksi ini akan mengikat semua layanan kripto yang bernaung di bawah payung hukum MiCA tanpa terkecuali.
Sapu Bersih Semua Lini Layanan
Perluasan aturan baru ini praktis menutup celah gerak para pelaku usaha asal Belarus di industri aset digital kawasan Eropa. Cakupan larangan kini melebar luas untuk operasional platform trading, layanan pertukaran kripto, hingga eksekusi dan transmisi pesanan milik klien. Aturan ini juga menjangkau layanan operasional lainnya seperti penempatan kripto, transfer aset, pemberian saran investasi, dan pengelolaan portofolio.
Pengetatan batas operasional ini berjalan beriringan dengan berakhirnya masa transisi regulasi MiCA pada tanggal 1 Juli 2026 lalu. Sejak tenggat itu terlewati, seluruh perusahaan penyedia aset digital yang beroperasi tanpa mengantongi izin otorisasi resmi telah diperintahkan untuk segera menutup bisnis mereka, atau bersiap menghadapi tindakan dari aparat penegak hukum Uni Eropa.
Sanksi ke-21 Membidik 14 Platform Asing
Bersamaan dengan sanksi tegas untuk Belarus, Uni Eropa juga menjatuhkan paket sanksi ke-21 yang ditujukan khusus untuk Rusia. Paket baru ini memperluas larangan transaksi keuangan ke 14 platform layanan kripto yang berlokasi di luar yurisdiksi Eropa. Regulator Eropa juga menyertakan sebuah mekanisme baru yang khusus dirancang untuk melarang penyedia layanan kripto asing yang dimanfaatkan oleh entitas Rusia demi menghindari sanksi ekonomi.
📌 Baca JugaSenator Republik Larang Pejabat AS Terbitkan Kripto - Tapi Demokrat Langsung Mencap Draf Itu ‘Sampah’
Taktik mempersempit ruang penyedia likuiditas kripto global ini melanjutkan tren yang sudah dibangun oleh negara-negara Barat. Pada 26 Mei lalu, otoritas Inggris merilis sanksi untuk Huobi Global S.A., sebuah entitas asal Panama yang berdiri di belakang bursa HTX. Tuduhannya didasarkan pada dugaan dukungan langsung terhadap jaringan keuangan yang memiliki kaitan dengan Rusia, meski pihak HTX langsung membantah klaim tuduhan ini.
Menutup Jalur Dana Terselubung
Rentetan sanksi hukum baru ini mempertegas posisi otoritas Uni Eropa yang makin agresif menarget platform kripto global yang diduga membantu Rusia terhindar dari sanksi. Instrumen aturan MiCA kini terbukti bukan hanya sekadar standar perizinan bagi bisnis kripto, tetapi juga dioperasikan sebagai alat geopolitik untuk memutus aliran dana perang di perbatasan timur Eropa.
Dilansir dari Cointelegraph.
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




