Bitcoin tergelincir di bawah level $79.000 pada 9 September 2026 setelah gagal mempertahankan reli di atas $81.000. Dalam rentang enam hari terakhir, harga Bitcoin sempat menyentuh angka lokal di atas $82.000, namun gagal bertahan pada titik harga itu.
Sentimen penghindaran risiko mendominasi pasar menjelang rapat kebijakan bank sentral AS pada 15-16 September. Ketidakpastian tentang status CLARITY Act turut menghambat momentum pergerakan. Pada saat yang sama, harga minyak Brent melonjak menembus $100 per barel untuk pertama kalinya sejak Juli akibat konflik AS-Iran, yang kembali menambah kekhawatiran soal inflasi.
Sinyal Divergensi Harga dari Analis
Analis Gerla mengidentifikasi kemunculan divergensi bearish antara harga Bitcoin dan indikator RSI. Harga terus menyentuh angka tertinggi baru, tetapi indikator RSI justru membentuk titik puncak yang lebih rendah pada periode puncak terbaru. Saat ini, besaran RSI harian berada di angka 61,29, turun dari puncak sebelumnya dan tertahan di bawah rata-rata sinyal 68,10, meskipun masih berada di atas batas area netral 50.
Pola divergensi ini baru dinyatakan aktif jika pergerakan menembus batas bawah support channel pada area $76.000. Skenario arah turun batal apabila Bitcoin kembali naik melampaui level $84.000. Data indikator tren ADX 4-jam saat ini berada di posisi 18,31, yang menandakan pasar bergerak menyamping karena angkanya di bawah batas 20.
Konsentrasi Likuiditas di Dua Sisi
Peta visualisasi likuidasi harian CoinGlass menunjukkan adanya penumpukan posisi dalam rentang harga yang sempit. Likuiditas dalam jumlah besar terkonsentrasi di area batas atas pada kisaran $79.200 hingga $80.000. Di sisi berlawanan, area harga $78.000 dan level $77.000 memuat konsentrasi serupa jika harga terus bergerak ke bawah.
Indikator teknikal lain menunjukkan harga Bitcoin berada di dekat rata-rata pergerakan SMA 10-hari pada level $78.732. Garis SMA 20-hari berada pada posisi $70.242. Sementara itu, kelompok garis jangka panjang yakni SMA 50, 100, dan 200-hari berada dalam posisi rapat di area $66.700 hingga $70.000.
Ethereum Tertahan Arus Modal Keluar
Pelemahan juga melanda Ethereum yang diperdagangkan pada level $2.486 pada tanggal 9 September. Indikator aliran uang Chaikin berada di skor -0,09, memperlihatkan adanya arus modal keluar dari pasar Ethereum.
๐ Baca JugaBitcoin Turun ke $78.524 Saat Harga Minyak Dekati $100 - Ironinya Bursa Bertaruh 57% The Fed Naikkan Suku Bunga
Analis Ted Pillows menyebut level $2.550 sebagai titik resistance penting. Penutupan harga mingguan di atas batas itu menjadi syarat bagi Ethereum sebelum bisa menguji angka $3.000.
Bagi pelaku pasar, rilis data makroekonomi pekan depan akan menjadi ujian pembuktian apakah peringatan teknikal divergensi berujung pada koreksi dalam atau sekadar jeda pergerakan. Dilansir dari crypto.news.
Baca juga: Cara Membaca Candlestick untuk Pemula
Baca juga: Shinhan Securities Minta Investor Taruh 2% Dana di Kripto - Dobrak Larangan Sejak 2017
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




