Dua entitas keuangan beda generasi resmi memulai kolaborasi. Dunamu, operator bursa kripto Korea Selatan Upbit, mengumumkan kemitraan strategis dengan jaringan pembayaran Visa pada 28 Agustus untuk meneliti potensi pembayaran stablecoin dan remitansi global.
Kesepakatan diteken oleh Visa Worldwide Pte. Limited selaku entitas wilayah Asia-Pasifik. Dua hari sebelumnya, pada 26 Agustus waktu setempat, CEO Dunamu Oh Kyung-seok dan Presiden Global Visa Oliver Jenkyn bertemu langsung di Visa Global Market Support Center, San Francisco, guna memaparkan peta jalan kerja sama mereka.
Eksplorasi OUSD dan AI Belanja Sendiri
Area riset mencakup pembayaran stablecoin, transfer dana lintas negara, dan penyelesaian tagihan bagi pedagang. Satu poin spesifik yang patut disorot adalah niat keduanya menguji agentic commerce - pengalaman pengguna baru berbasis kecerdasan buatan yang memungkinkan agen AI berbelanja dan membayar tagihan mewakili pengguna.
Kedua pihak juga sepakat mengevaluasi model bisnis yang memanfaatkan Open USD (OUSD). OUSD merupakan stablecoin berpatokan dolar yang dikembangkan melalui inisiatif Open Standard dengan dukungan institusi seperti Visa, Mastercard, Coinbase, BlackRock, beserta lebih dari 140 organisasi lainnya.
Pada bulan Juli lalu, Dunamu sempat menyatakan bahwa mereka belum setuju menerbitkan OUSD. Kemitraan baru mengonfirmasi batasannya: induk Upbit mengkaji model bisnis berbasis OUSD, tapi menolak bertindak sebagai penerbit atau operator token.
Bagi pihak Visa, langkah eksplorasi menjadi kelanjutan logis. Jaringan pembayaran itu sudah gencar memperluas infrastruktur penyelesaian stablecoin dan sistem pembayaran terprogram mereka sejak Juni 2026.
Masih Sekadar Rencana
Walau melibatkan institusi mapan, jangan menanti ada produk jadi yang meluncur ke publik dalam waktu dekat. Seluruh layanan hasil kolaborasi masih murni berstatus eksplorasi awal.
๐ Baca JugaBelasan Bank Raksasa Bangun Jaringan Stablecoin Global - Sementara JPMorgan Pilih Jalur Berbeda
Sampai dokumen kemitraan dipublikasikan, belum ada tanggal peluncuran yang dipatok ke kalender. Dunamu dan Visa bahkan belum menunjuk jaringan blockchain mana yang dipakai, jenis stablecoin sasaran, perusahaan penyedia kustodi, detail proses penyelesaian transaksi, atau wilayah pasar awal yang jadi tempat uji coba.
Ketiadaan tenggat waktu sejalan dengan status regulasi di negara asal Dunamu. Pemerintah Korea Selatan sampai saat ini belum merampungkan kerangka aturan yang komprehensif terkait ekosistem stablecoin. Para legislator di sana masih berdebat merumuskan kriteria pihak mana saja yang nantinya berhak menerbitkan token berpatokan mata uang won.
Dilansir dari crypto.news.
Baca juga: Apa Itu DeFi (Decentralized Finance)?
Baca juga: Stablecoin Ripple Tembus $2 Miliar - Tapi Ada Jebakan Harga di Balik Euforia XRP
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




