Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) melayangkan 38 gugatan perdata terpisah di Pengadilan Distrik Colorado pada 27 Agustus terhadap deretan entitas tak berizin. Kelompok ini dituduh menyerahkan Form ADV palsu berulang kali sepanjang rentang tahun 2025 hingga 2026 agar terlihat seperti penasihat investasi yang sah.
Berbagai entitas ini kemungkinan besar beroperasi dari luar negeri, tetapi memanfaatkan arsip publik resmi AS demi menumbuhkan kredibilitas di mata investor ritel lokal. Guna meyakinkan calon klien, sebagian tergugat mengklaim laporan keuangan dana swasta mereka telah ditinjau oleh satu dari dua firma akuntansi independen.
Klaim itu runtuh di tangan penyelidik. Tim SEC tidak dapat menemukan satu pun dari kedua firma akuntansi yang dicatut namanya itu di dalam seluruh registri akuntan tingkat federal maupun negara bagian.
Meminjam Nama Kripto dan Nomor Pendaftaran
Para tergugat menargetkan tren yang sedang diminati pasar ritel. Beberapa pihak menyematkan nama-nama yang merujuk pada industri kripto, bursa, teknologi blockchain, maupun pendidikan keuangan. Merek fiktif seperti CryptoOrbit, Pinnacle Crypto Exchange, Web3 University, Axivon Exchange, hingga Future Finance Academy sengaja dibuat untuk menarik perhatian calon korban.
Situs web afiliasi mereka memajang sertifikat bodong yang menyatakan bahwa entitas itu telah menerima “izin SEC RIA”. Agar tampilannya meyakinkan, mereka mencantumkan nomor pendaftaran asli milik penasihat investasi lain yang benar-benar diakui negara.
Total dampak materiil dari kasus perdata ini masih buram. SEC tidak menyebutkan angka kerugian keseluruhan ataupun porsi uang investor yang telanjur ditransfer ke entitas-entitas fiktif ini. Biro Investigasi Federal (FBI) pun turun tangan lewat inisiatif bernama Operation Level Up untuk mengidentifikasi sekaligus menghubungi pihak-pihak yang berpotensi menjadi korban penipuan investasi.
๐ Baca JugaOneKey Klaim Bobol Keamanan Ledger - Tapi Celah Substitusi Transaksi Ternyata Sudah Ditambal Dua Minggu Lalu
Pembersihan Basis Data Publik
Penindakan hukum tidak terbatas di ruang sidang. SEC meminta Otoritas Pengatur Industri Keuangan (FINRA) untuk segera menghapus 38 pendaftaran itu dari basis data Investment Adviser Public Disclosure. Langkah pembersihan ini diambil agar nama para tergugat tidak lagi muncul dalam mesin pencarian calon klien.
Pola manipulasi ini membawa satu peringatan tajam bagi publik. SEC mengingatkan investor ritel agar tidak langsung percaya dan menganggap keberadaan dokumen Form ADV sebagai bukti pasti pendaftaran resmi institusi federal. Regulator menasihati publik untuk menahan diri dari mentransfer uang tunai, aset kripto, atau membagikan data pribadi berharga kepada entitas penasihat mana pun yang berinisiatif menghubungi langsung investor individu. Dilansir dari crypto.news.
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




