Membeli meme coin menggunakan kartu kredit memang bisa dilakukan, tetapi celah untuk mendapatkan cashback dari transaksi itu kini ditutup paksa. Visa memblokir transaksi pembelian meme coin yang selama ini diproses memakai kode merchant “digital goods media” - kategori yang semestinya hanya untuk penjualan film, musik, atau e-book.
Masalah berakar dari sistem checkout milik Crossmint, firma penyedia infrastruktur pembayaran kripto. The Block menemukan bahwa pengguna bisa memborong meme coin melalui Apple Pay atau Google Pay tanpa melewati proses Know Your Customer (KYC) terpisah. Mereka cukup memakai kartu Visa dan Mastercard untuk memprosesnya layaknya transaksi ritel biasa.
Karena tercatat sebagai pembelian media digital alih-alih aset kripto, pemegang kartu menangguk keuntungan tambahan. Mereka bisa mengumpulkan poin reward dan cashback dari setiap keping meme coin yang dibeli. Layanan checkout Crossmint ini merupakan infrastruktur di balik Robinhood Wallet dan aplikasi Fomo.
Bermula dari Aduan Chase
Intervensi Visa bermula dari temuan mitra perbankannya. Chase melaporkan ada satu transaksi Visa yang luput dari klasifikasi kripto dan justru mendapat kode merchant yang salah. Bank itu langsung bereaksi dengan membuka kasus resmi kepada jaringan pembayaran.
Merespons temuan itu, Visa sudah memberi tahu setidaknya satu pelaku industri bahwa label media digital tidak bisa dipakai untuk transaksi meme coin. Kasus salah kode merchant ini juga menarik perhatian otoritas hukum. Jaksa Agung New York menyatakan pihaknya sedang meninjau masalah ini.
Kemenangan Sempit Setelah Aturan Gagal
Di pihak seberang, Crossmint mencoba membela model pendekatannya. Mereka bersandar pada pernyataan staf Securities and Exchange Commission (SEC) pada 2025 yang mengkategorikan meme coin sebagai aset kolektibel, bukan sekuritas. Namun, dalih regulasi itu ditolak. Visa terang-terangan tidak setuju dari sisi pemrosesan pembayaran.
๐ Baca JugaFee Robinhood Chain Anjlok 97% - Kenapa 8,9 Juta Transaksi Tetap Mengalir Tiap Hari?
Bagi JP Morgan dan anak perusahaannya, Chase, hasil ini merupakan kemenangan jalur belakang. Kasus ini muncul tak lama setelah rancangan undang-undang CLARITY Act gagal disahkan di Senat. Kegagalan regulasi itu membuat bank tidak mendapat pembatasan hadiah stablecoin yang mereka inginkan. Kini, meski kalah di ranah legislatif, mereka meraih kemenangan sempit melalui pembatasan jaringan Visa.
Dilansir dari Decrypt.
Baca juga: Cara Membaca Candlestick untuk Pemula
Baca juga: Fee Robinhood Chain Anjlok 97% - Kenapa 8,9 Juta Transaksi Tetap Mengalir Tiap Hari?
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




