Peretas membobol dana sekitar $6,36 miliar dari hot wallet Binance hanya dalam kurun waktu 20 menit, menurut catatan TRM Labs. Insiden pada infrastruktur dompet daring itu langsung memicu kepanikan pasar, sementara Binance sendiri belum mengumumkan rasio pasti penyimpanan cold storage miliknya. Menghadapi keresahan nasabah, bursa kripto global serempak merilis transparansi alokasi aset antara cold storage dan hot wallet. Keterbukaan data ini menjadi langkah langsung bursa untuk menunjukkan porsi simpanan pengguna yang disimpan di luar jaringan internet.
Klaim Cadangan dari Coinbase hingga Gate
Coinbase menyatakan lebih dari 99% aset kripto milik nasabahnya disimpan di cold storage offline. Bursa asal Amerika Serikat itu menerapkan mekanisme penyeimbangan rutin yang otomatis memindahkan kelebihan saldo hot wallet ke penyimpanan dingin tanpa instruksi manual.
Langkah serupa diambil oleh OKX melalui pembaruan sistem keamanannya. Platform ini melaporkan lebih dari 95% aset kripto klien tersimpan dalam cold wallet, sedangkan alokasi di hot wallet untuk melayani transaksi harian ditekan hingga kurang dari 5%.
Pendekatan lain ditempuh oleh bursa Gate lewat peluncuran kerangka kerja Proof of Security (PoSEC). Gate mengumumkan 88,26% dari total asetnya berada di cold storage dan 11,74% di hot wallet, yang saat ini tengah menjalani tinjauan audit independen. Lewat skenario ekstrem, Gate mengklaim cadangan cold storage miliknya sanggup menutup hingga 104,58% total simpanan nasabah sekalipun seluruh dana di hot wallet habis terkuras.
Ketatnya Batas Minimal di Korea Selatan
Di Korea Selatan, alokasi dompet kripto terikat aturan ketat otoritas keuangan. Data laporan September 2026 kepada Financial Supervisory Service (FSS) mengonfirmasi Upbit, bursa kripto terbesar di negara itu, menempatkan 99,17% aset di cold storage dan menyisakan hanya 0,83% di hot wallet. Juru bicara Dunamu selaku induk Upbit menegaskan bahwa rasio 99,17% merupakan yang tertinggi di antara lima bursa utama Korea Selatan, sekaligus melampaui batas minimum regulasi sebesar 80%.
Catatan FSS pada bursa Korea Selatan lainnya turut memperlihatkan kepatuhan di atas ambang batas itu. Bithumb mencatat porsi cold wallet sebesar 94,76%, disusul Coinone di angka 85%. Adapun Digital X, bursa yang sebelumnya beroperasi dengan nama Korbit, mencatat porsi 82,79%, sementara GOPAX berada di posisi 80,54%.
Mengapa Rasio Tinggi Bukan Jaminan Mutlak
Kendati persentase penyimpanan dingin tampak meyakinkan, regulator mengingatkan adanya celah yang tetap terbuka. Komisi Sekuritas dan Berjangka (SFC) Hong Kong menegaskan rasio cold storage tinggi bukan jaminan mutlak bagi keselamatan dana. Dompet dingin tetap menyimpan risiko jika sistem penandatanganan transaksi atau kontrol akses internal perusahaan ikut dikompromikan.
๐ Baca JugaKebobolan $46 Juta, Mercado Bitcoin Buka Akun Mulai Senin - Kerugian Ditutup Kas Sendiri
Bagi para pemilik kripto, keterbukaan data ini memberi gambaran konkret mengenai kesiapan manajemen risiko bursa tempat mereka bertransaksi. Besarnya persentase cold storage mempersempit ruang gerak pencuri dana, namun keandalan sistem izin dan verifikasi internal bursa tetap menjadi penentu akhir.
Dilansir dari Cointelegraph.
Baca juga: Cara Membaca Candlestick untuk Pemula
Baca juga: Kebobolan $46 Juta, Mercado Bitcoin Buka Akun Mulai Senin - Kerugian Ditutup Kas Sendiri
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




