Sebuah dompet kripto yang baru dibuat mendadak mencatat transaksi bervolume tinggi dan memicu kejatuhan harga di pasar altcoin. Wallet misterius ini menerima aliran dana berjumlah besar, tepatnya 9,3 juta token KTA senilai $685.000 dan 2 miliar token GALA senilai $3 juta.
Penerimaan dana ini tidak masuk dari jalur transfer bursa kripto biasa, melainkan melewati fasilitas jembatan lintas rantai (cross-chain bridge). Begitu kedua aset mendarat di dompet tujuan, pemilik wallet langsung mengeksekusi penjualan massal, membuang seluruh token itu ke pasar terbuka tanpa sisa sepeser pun.
Dari aksi likuidasi aset dalam satu sesi transaksi ini, dompet misterius itu berhasil mengamankan 1.902 keping ETH. Saldo Ethereum baru ini bernilai total $3,64 juta pada saat transaksi terjadi. Tekanan jual mendadak sebesar ini langsung memukul grafik harga kedua aset. Token KTA, yang merupakan proyek dengan kapitalisasi pasar lebih kecil, hancur terbanting dengan penurunan mencapai titik 37%.
Nasib serupa menimpa GALA, token utilitas utama dari platform ekosistem game blockchain Gala Games. Koin ini terpaksa menelan koreksi sedalam 15% hanya dalam kurun waktu singkat, murni akibat guyuran suplai dua miliar keping yang membanjiri buku pesanan pasar.
Jejak Rantai yang Mengundang Tanya
Menurut laporan akun pelacak analitik on-chain @lookonchain di X, transaksi pergerakan uang ini berstatus mencurigakan. Kecurigaan ini terbangun dari bagaimana rute pergerakan dana itu dirancang dan dieksekusi sejak awal koin masuk hingga berubah wujud menjadi ETH.
Pelaku dengan sengaja memakai dompet baru dan memadukannya dengan pemakaian bridge. Dalam lanskap kripto, fitur bridge memang lazim dipakai untuk memindahkan aset antar jaringan blockchain. Di sisi lain, utilitas ini juga berfungsi sebagai sarana untuk memutus jejak rantai dan menyamarkan asal muasal sumber dana sebenarnya dari pelacakan publik.
๐ Baca JugaBinance Cegah Perampokan DAO $1,2 Juta - Tersisa Kurang dari 48 Jam Sebelum Uang Lenyap
Setelah jejak asal dana dikaburkan, pemegang wallet tidak memberi jeda waktu bagi koin itu untuk didiamkan. Semuanya langsung dilempar ke pasar pada kesempatan pertama. Pola masuk lewat jembatan lintas rantai lalu seketika disusul aksi buang barang habis-habisan ini sangat mirip dengan modus operandi pembuangan token terkoordinasi.
Pencairan Sepihak dan Efek Domino
Penarikan likuiditas senilai $3,64 juta dalam satu sesi pendek ini jelas menjadi beban berat bagi stabilitas pesanan pasar. Pelaku berhasil mengamankan nilai tunai penuh dari aset yang dikirimkannya tepat sebelum harga merespons tajam. Sebaliknya, efek kejut dari jatuhnya token akibat suplai dadakan itu menjadi beban kerugian yang ditanggung oleh para investor ritel.
Bagi komunitas pemegang token KTA dan GALA, kejatuhan instan ini kembali mengingatkan rentannya sistem likuiditas altcoin terhadap tekanan dompet besar. Saat satu entitas memegang kendali suplai masif dan berniat mencairkan aset tanpa pandang bulu, kerugian harga selalu jatuh ke tangan pihak pembeli yang tersisa di pasar.
Dilansir dari @lookonchain di X.
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




